Langsung ke konten utama

Postingan

Tentang Rezim Penguasa Saat Ini

  Penguasa udah ga pake cara lama kediktatoran yang terang-terangan. Tapi sekarang pake alat negara yang legal, demi menjegal dan melanggengkan kekuasaan. Kalau ada yang ngelawan secara keras, tinggal dipanggil, ditawari jabatan, harta, tanah, dah selesai urusan. Jadi gak ada lagi musuhnya. Karena semua dirangkul masuk. Kalau kayak gini, siapa yang berani melawan? Di timeline saya, orang-orang yg ngepost tanda bahaya (darurat) adalah orang-orang yg saya kenal pemikirannya. Namun yg gak ngepost, ya antara ga paham konteksnya, atau yaa karena mereka bagian dari keluarga besar yg dapat "jatah". Para influencer yg saya liat timeline-nya keliatan kok kemarin dukungan penuh ke mana, terus saat ini posisinya pasti bimbang. Mau protes ke pemerintah ga enak soalnya kan udah dikasi jatah. Walau nurani mau berontak. Hehe. Semangat orang-orang idealis yg masih berjuang. Emang rakyat ini mayoritas pengen apa sih? Ga usah jauh2 pendidikan tinggi lah ya. untuk makan sehari-hari kan yg palin...

Tentang Guru Berprestasi

  Beberapa waktu yang lalu, ada info lomba yang diadakan oleh dinas pendidikan, yaitu pemilihan guru, kepala sekolah, hingga sekolah berprestasi. Salah seorang rekan guru saya sudah mengikuti event sejenis terlebih dahulu dan berhasil meraih juara 3 guru berprestasi tingkat kota. Guru tersebut kebetulan seangkatan dengan saya ketika dipanggil program pendidikan profesi guru di tahun 2022. Karena saya dianggap selevel dengan guru juara tersebut, maka rekan-rekan kerja saya pun mendorong saya agar mengikuti lomba guru berprestasi ketika eventnya datang. Kalau kepala sekolah jelas juga memberikan arahan untuk ikut. Waktu berlalu, saya sudah mendaftar dan tinggal melengkapi berkas untuk maju seleksi ke babak selanjutnya. Selama masa tersebut, ternyata di sekolah sedang sibuk workshop dan adaptasi dengan murid di tahun ajaran baru. Waktu saya banyak saya habiskan dengan murid karena kebetulan saya juga menjadi wali kelas anak baru. Saya juga mengolah bahan ajar agar lebih enak digunakan...

Menjadi Penghubung Pemikiran Murid dan Narasumber dalam Kegiatan Workshop Kewirausahaan

Kemarin Jumat, saya mengikuti workshop mengenai kewirausahaan di sekolah. Pesertanya adalah para murid yang sudah memiliki usaha atau akan merancang usaha. Pematerinya ada 2, satunya di bidang teori atau dengan latar belakang akademik, satunya lagi di bidang praktisi yang juga kebetulan bidang geraknya di jalur yang selaras dengan ruang lingkup sekolah, yaitu di bidang kesehatan. Saya mengikuti kegiatan tersebut dengan seksama dan memperhatikan pemaparan dunia wirausaha dari para pemateri. Beberapa materi pernah saya temui dan pelajari, misalnya dasar-dasar dalam wirausaha (karena pernah ambil mata kuliah kewirausahaan selama kuliah). Beberapa hal baru pun saya dapatkan, seperti inovasi produk di bidang kesehatan yang ternyata ada banyak sekali. Dengan bahan-bahan sederhana yang dapat ditemukan di sekitar rumah atau bahan yang menjadi suatu ciri khas di Balikpapan. Banyak di antaranya berasal dari bahan alami tumbuhan yang mana harusnya saya mengetahuinya juga sebagai anak biologi. Sel...

Wanita Bisa Menunggu Laki-lakinya Berproses / Wanita Tidak Selalu Memilih Laki-laki yang Sudah Mapan

Pada Hari Minggu yang lalu, aku menonton film Indonesia berjudul Toko Barang Mantan. Setelah menonton filmnya, aku jadi ingin menuliskan review mengenai film tersebut yang terkait dengan kisah yang ada di sekitar. Jadi di film tersebut, menceritakan laki-laki, yaitu Tristan yang membuka usaha jual beli barang bekas peninggalan mantan pacar/kekasih dengan cuplikan sejarah yang menyertainya. Usaha tersebut dibuka oleh laki-laki tersebut dengan terpontang-panting dengan mengorbankan masa akhir kuliahnya hingga mengalami kesulitan untuk membayar uang sewanya. Suatu ketika, datanglah mantan pacar si Tristan, yaitu Laras yang membuat perasaannya bergejolak parah. Kedatangan mantan tersebut ternyata ingin memberikan undangan pernikahannya kepada Tristan setelah agak lama bercuap-cuap, kembali bersenda gurau. Tentu hal ini menjadi hal yang mengobrak-abrik perasaan Tristan. Seolah-olah sudah move on dari perasaan lamanya terhadap Laras, namun dia mengalami kegalauan. Ternyata beberapa hari sete...

Love-hate Relationship Antara Cewek dan Cowok

Pada saat sekolah mengadakan kegiatan kesiswaan seperti peringatan hari besar nasional, saya biasanya menghabiskan waktu mengobrol santai dengan siswa. Entah membicarakan kegiatan sekolah, rencana kegiatan di masa mendatang, sampai hal-hal yang biasanya menarik perhatian untuk dibahas di kalangan remaja. Tidak lain dan tidak bukan adalah tentang cinta atau perasaan. Pada hari Jumat di pekan ketiga bulan Februari, saya mendatangi kelas anak wali saya yang berada di lantai 4 gedung sekolah ketika kegiatan peringatan HUT Balikpapan dilaksanakan dengan kegiatan menulis. Saat itu, ada salah satu siswi di kelas saya sudah selesai dan dia keluar kelas. Karena kelasnya di lantai 4 dan keluar kelas bisa langsung melihat pemandangan di lapangan, maka saya berinisiatif untuk mengobrol dengan siswi tersebut. Awal percakapan dimulai dengan topik ringan seputar pekerjaan di kelas atau persiapan setelah lulus dari sekolah karena kebetulan siswi tersebut yang merupakan anak wali saya saat itu sudah me...

Ada Alumni Tiba-tiba ke Sekolah, Kirain Ambil Ijazah, Ternyata Ingin Mencurahkan Kisah

Suatu hari di sekolah ketika menjelang masa penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2024-2025, saya duduk di meja pendaftaran. Sambil menunggu calon siswa baru, saya mengerjakan tugas, entah rekap nilai, pembuatan soal penilaian akhir tahun, dan lain-lain. Waktu itu masih pagi, sekitar jam 8, tiba-tiba datanglah alumni Skakes tahun 2020 mendatangi saya. Dia adalah cowok dari jurusan keperawatan yang baru saja lulus kuliah D3 keperawatan di Poltekkes dan sekarang sudah bekerja di suatu perusahaan tambang atau minyak begitu lah. Setelah berbincang-bincang ringan seputar kabar dan kesibukan, tiba-tiba dia menceritakan kisah cintanya. Ya betul, jauh-jauh dia ke sekolah di sela-sela kesibukan bekerja memang tujuannya ingin merasakan kembali makanan kantin dan mencari tempat untuk menceritakan kisah cintanya. Dia menceritakan bahwa dia ingin balikan dengan mantan kekasihnya yang sekarang masih bergelut dengan kuliahnya. Mantan kekasihnya yang dulu sempat bersama di masa sekolah. Mungkin k...

Mendengar Keluhan Siswa yang Menjadi Aktifis Kegiatan Organisasi Sekolah

Beberapa waktu yang lalu iseng liat story siswi yang pada intinya, dia merepost konten tentang guru yang lebih menghargai prestasi akademik dibanding siswa yang sibuk berkegiatan di non-akademik. Sebagai informasi, siswi ini adalah aktifis ekskul di sekolah dan sering meninggalkan jam pelajaran untuk memimpin timnya lomba, maupun mengikuti berbagai kegiatan kesiswaan lainnya. Dia sekarang sudah lulus dan melalui beberapa kejadian tidak menyenangkan terkait kegiatannya di luar akademik. Dia menceritakan bahwa selama belajar di sekolah, dia sering tidak masuk dan dianggap siswa yang malas oleh salah satu guru, padahal dia meninggalkan kelas untuk keperluan mewakili sekolah dalam lomba, lalu ada kegiatan pengembangan diri lainnya seperti kepanitiaan, seminar, dan lain-lain. Hal tersebut membekas dalam benaknya, sehingga dia merasa bimbang karena harusnya menjadi kebanggaan sekolah, namun ada salah satu oknum guru yang membuat mentalnya menjadi jatuh ketika masuk kelas. Dia menceritakan ba...