Langsung ke konten utama

Ada Alumni Tiba-tiba ke Sekolah, Kirain Ambil Ijazah, Ternyata Ingin Mencurahkan Kisah

Suatu hari di sekolah ketika menjelang masa penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2024-2025, saya duduk di meja pendaftaran. Sambil menunggu calon siswa baru, saya mengerjakan tugas, entah rekap nilai, pembuatan soal penilaian akhir tahun, dan lain-lain. Waktu itu masih pagi, sekitar jam 8, tiba-tiba datanglah alumni Skakes tahun 2020 mendatangi saya. Dia adalah cowok dari jurusan keperawatan yang baru saja lulus kuliah D3 keperawatan di Poltekkes dan sekarang sudah bekerja di suatu perusahaan tambang atau minyak begitu lah. Setelah berbincang-bincang ringan seputar kabar dan kesibukan, tiba-tiba dia menceritakan kisah cintanya. Ya betul, jauh-jauh dia ke sekolah di sela-sela kesibukan bekerja memang tujuannya ingin merasakan kembali makanan kantin dan mencari tempat untuk menceritakan kisah cintanya.

Dia menceritakan bahwa dia ingin balikan dengan mantan kekasihnya yang sekarang masih bergelut dengan kuliahnya. Mantan kekasihnya yang dulu sempat bersama di masa sekolah. Mungkin karena saya adalah salah satu guru yang ada di periodenya bersekolah, saya dianggap mengerti kisahnya dan dapat memberikan semacam jalan keluar atau solusi atas permasalahan cintanya. Si cowok alumni keperawatan tersebut menceritakan bahwa dia kini berada dalam kebimbangan karena mengharapkan lagi hubungan yang pernah dirajut itu kembali hidup.

Lalu saya tanyakan, emang selama ini masih saling menghubungi? Dijawabnya ya masih, cuma sekadar saling sapa atau pembahasan yang ringan-ringan saja, tidak sampai pada membahas kembali masalah perasaan. Ohh begitu kata saya, semisal kamu tiba-tiba bahas perasaan lagi dengan dia, kira-kira yang terjadi apa yaa? Apa tiba-tiba dia pergi tidak membalas alias kabur gitu? Dijawab oleh cowok, yaa begitu pak. Waduh, kamu kayaknya salah ini cerita ke saya. Saya aja gak paham tentang hal kayak gitu. Lalu dijawab lagi olehnya, yaa kan bapak sudah banyak pengalaman. Saya jawab, pengalaman apaan, pengalaman gagal iya. Orang saya ga banyak mengalami, tapi setidaknya yaudah lah coba dulu aja.

Si cowok merenung. Seperti terdapat sesuatu yang berat di mata (dan mungkin hati alias perasaannya). Dia menceritakan lagi bahwa di momen terakhir hubungan mereka ketika terjalin bersama waktu itu. Dia yang meminta hubungannya berhenti atau putus. Lalu setelahnya, dia melihat kehidupan si cewek menjadi tidak terarah semacam terpuruk setelah putus cinta. Hingga akhirnya si cewek menjalin hubungan dengan sosok yang baru. Namun kini hubungan dengan cowok barunya sudah berakhir sehingga si cowok alumni keperawatan merasa memiliki kesempatan untuk mendapatkan hati si cewek kembali.

Oh iya, si cewek ini saat ini masih bergelut dengan kuliahnya di jurusan farmasi Universitas Mulawarman (Unmul) dan dulu si cewek ini berasal dari jurusan farmasi Skakes. Si cewek farmasi ini bertemu dengan cowok keperawatan ketika sama-sama mengikuti organisasi paskibra sekolah. Kebetulan si cowok ini secara angkatan masuk di sekolah lebih muda sehingga saat masuk ke organisasi paskibra, maka si cowok menjadi adik tingkat dan diospek oleh si cewek. Pada masa itulah si cowok melihat bahwa si cewek ini adalah sosok yang tegas, keras, dan sedikit judes. Hal-hal tersebut katanya malah menjadi tantangan bagi si cowok untuk menaklukkan hatinya yang keras dan nyatanya berhasil juga. Cuma dia sekarang menyesal karena telah mengakhiri hubungan dan saat ini merasa bahwa dia ingin hubungannya kembali seperti sedia kala.

Lalu saya menanggapi kisah yang diceritakan oleh si cowok, yaa kamu sih, kenapa juga kamu dulu mutusin dia duluan? Nyesel juga kan sekarang. Si cowok menjawab, yaa kan saya khilaf pak. Dulu apa gitu lah dijelaskan oleh dia. Terus saya lihat-lihat kan kamu putih, keren, kerja udah oke di tambang gitu. Kenapa gak nyari lagi yang lain gitu? Atau temen sejurusanmu di keperawatan kan banyak cewek tuh. Si cowok menimpali, ohh tidak bisa gitu pak. Masalah perasaan ini. Yang lain gak ada yang cocok. Yang cocok ya cuma si dia itu pak. Aduh, gimana ya. Padahal sekarang dia juga lagi gak ada pasangannya. Cuma dia kayaknya lagi fokus nyelesein kuliahnya dulu. Takutnya kalau aku lanjut, nanti dia malah ngedrop lagi.

Lalu saya melanjutkan dengan menjawab, ohh ada satu langkah bagus terakhir yang bisa kamu tempuh kalau memang serius. Datang sama orang tuamu, minta secara langsung. Diterima ya oke, berarti berhasil. Tapi kalau gagal, ya sudah, paling tidak kan udah lega, udah menyatakan keinginan. Ehh tapi kan dia masih fokus kuliah yaa. Yauda lah gak jadi. Tunggu aja dulu.

Tampak si cowok sudah mencurahkan segala kegundahannya mengenai perasaan kepada saya. Walaupun tidak mendapatkan solusi yang konkret dari saya selaku yang diajak untuk berdiskusi, tapi mungkin sudah timbul kelegaan dalam dirinya karena sudah menumpahkan uneg-uneg yang ada di dalam hatinya. Dia pun berpamitan pulang untuk kembali melanjutkan pekerjaan. Tidak lupa saya berikan salam semangat, dan semoga dia berhasil dalam kehidupan percintaannya.

Ternyata cowok ganteng dengan pekerjaan mapan tidak selalu bergaya hidup bergonta-ganti pasangan dan tinggal pilih. Ada juga yang masih setia memperjuangkan kisah cintanya yang pernah hidup di masa putih abu-abu. Mungkin memang kisah cinta manusia begitu unik dan rumit sehingga tidak selalu sama. Semangat yaa nak, memperbaiki dan merajut kembali kisah cintamu.

-Selesai-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Perjuangan Cowok yang Menaruh Perasaan pada Teman Sesama Anggota Ekstrakurikuler

Kisah cinta di masa muda selalu menarik untuk dibahas. Berbagai macam karya baik berupa cerpen, novel, pentas drama, film, musik selalu menarik minat jika bertemakan kisah percintaan di masa muda, terutama masa sekolah. Para pembaca pasti masih terngiang-ngiang lagu soundtrack film Dilan, atau agak mundur sedikit ada kisah Ada Apa dengan Cinta? dan mundur lagi ada kisah Galih dan Ratna, Lupus, dan beberapa kisah lainnya. Semuanya mengandung kisah percintaan di masa muda terutama masa sekolah. Saat ini saya bekerja sebagai guru di SMK swasta dan di sini saya juga menemui banyak kisah percintaan para siswa. Biasanya kisah cinta itu tumbuh dalam lingkup ekstrakurikuler yang sama, organisasi (OSIS/MPK), maupun cinta dalam sekelas. Faktor-faktor yang saya sebut tadi merupakan pengaruh terbesar terjadinya kisah cinta yang saling menerima atau tidak bertepuk sebelah tangan, yaa walau sebagian cintanya juga ada yang tidak terbalas. Namun, faktor kebersamaan dalam suatu kegiatan ekstrakurikuler...

Jika Usahamu Gagal di Tahap Pertama, Coba terus Sampai Berhasil: Sebuah Perjuangan Cinta di Masa Sekolah

     Anak muda pada tahun 2000-an mayoritas sudah pernah menonton film Catatan Akhir Sekolah. Di film tersebut, terdapat adegan dari seorang cowok culun yang setiap harinya membawa bunga untuk menyatakan cinta pada cewek idamannya. Walaupun si cewek sering menghindar, namun perjuangan si cowok tetap berlanjut. Dicoba terus, sampai akhirnya di malam perpisahan sekolah, bunganya diterima si cewek, tanda bahwa perjuangan untuk mendapatkan pujaan hati berhasil. Film tersebut secara tidak langsung menjadi gambaran bahwa kisah percintaan di masa sekolah begitu menarik, karena ada usaha keras yang tidak selalu mulus. Hingga akhir ( ending ) bahagia yang memuaskan penonton. Namun, di dunia nyata apakah ada yang seperti itu? Jawabannya tentu saja ada yang iya, ada yang tidak karena tergantung orang dan kisahnya masing-masing. Namun, saya menemui kisah keberhasilan mirip dari apa yang terjadi di film Catatan Akhir Sekolah tersebut.      Kisah pertama ini dari sudut p...

Kedua Mantan yang Layu, Kini telah Tumbuh dan Berkembang

     Cinta di masa muda, terutama di masa sekolah memang memiliki banyak pesona untuk selalu dibicarakan. Tidak terkecuali di lingkungan tempat saya kerja, yaitu sekolah swasta di sebuah kota. Di sini saya sering kali terlibat entah langsung atau tidak langsung menjadi pengamat beberapa kisah cinta. Entah yang berujung lanjut setelah lulus atau kisah patah hati yang juga menjadi pelengkapnya.      Kali ini saya teringat ada momen unik setelah menggulir media sosial saya. Saya melihat salah satu siswi tempat saya bekerja mengunggah foto kebersamaannya dengan cowok yang berasal dari sekolah yang beda, namun masih satu komplek karena dalam lingkup yayasan yang sama. Siswi tersebut saat ini berada di tingkat dua atau kelas XI di program keahlian yang biasa mengurus pasien. Dia merupakan sosok yang aktif berorganisasi karena beberapa waktu yang lalu menjadi ketua panitia kegiatan peringatan HUT ke-79 RI tahun 2024 di sekolah. Di masa-masa itu, dia banyak menghab...