Langsung ke konten utama

Murid Perwalian Saya yang Sedang PKL bertemu dengan Alumni yang Dulu Menjadi Murid Perwalian Saya Juga

Murid perwalian saya sekarang sedang menjalankan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di berbagai lokasi. Lalu salah satu murid yang melakukan PKL di rumah sakit bertemu dengan alumni SMK Kesehatan Airlangga (Skakes) di sana. Saat mereka bertemu, percakapan terjadi dan si alumni menanyakan ke anak PKL, "Ehh, kamu anak walinya siapa di Skakes?" Anak wali saya pun menjawab, "Pak Aldino, kak." Lalu alumni tersebut menjawab, "Lhah, sama dong kita. Dulu kelasku sering dimarah-marahin sama beliau. "Mendengar cerita tersebut, saya pun ketawa. Dan menanggapinya, "Masa dari 3 tahunan bersama, mesti yang diingat bagian dimarah-marahinnya doang." Anak wali saya yang PKL tersebut pun merasa bahwa di masa dirinya sekolah, ada kesamaan dengan alumni tersebut.

Saya pun melanjutkan pembicaraan, "Sekarang kakak alumninya itu kerja di sana kah?" Anak yang PKL menjawab, "Iya pak, dia di ruang Ahsoka. jadi perawat di sana." Lalu saya menanggapinya, "Nah bagus kan kalau begitu. Murid yang dulunya sering saya marah-marahi, sekarang jadi perawat di RS toh. Hehe. Makanya bener aja berarti kalau dimarah-marahi, nanti jadinya bagus. Jadi perawat kan?" Mendengar hal tersebut, anak wali saya tersenyum dan seolah mengiyakan pernyataan saya barusan. Dalam hati saya, keingat kelakuan si alumni dulu sewaktu di sekolah terkhusus adegan saya marahin dia. Ehh waktu berlalu, dia memperbaiki sikapnya. Dia sempat melalui masa-masa sulit selama di sekolah di masa pandemi. Yaitu, sering mengalami keterlambatan ujian, hingga orang tuanya berulang kali dipanggil ke sekolah. Saat itu juga kondisi bapaknya sakit hingga meninggal saat dia awal-awal masuk kuliah. Kebetulan saya sempat melayat sewaktu bapaknya meninggal. Tapi saya melihat kepercayaan dirinya terus meningkat untuk terus belajar dan saya rasa dia mampu untuk memperjuangkan cita-citanya.

Hingga saya dapat kabar sekarang dia sudah bekerja sebagai perawat di R.S. Bhayangkara. Sukses selalu ya nak. Tak terasa bahwa murid yang dulunya pernah saya marah-marahi, bahkan yang dia inget sampai sekarang di bagian itunya, hehe, sekarang sudah menempuh jalan suksesnya, bahkan di bidang yang dia geluti dari SMK jurusan keperawatan sampai sekarang menjadi perawat beneran. Dari SMK Kesehatan Airlangga, melanjutkan ke D3 keperawatan Poltekkes dan alhamdulillah sekarang udah bekerja. Terharu rasanya melihat hal tersebut. Dan cerita tersebut berlanjut menurun ke anak wali yang sekarang. Barangkali murid perwalian yang sekarang akan mencerna cerita tersebut dan memahami bahwa, "Ohh memang sejak dulu ya Pak Aldino ini sering marah-marahin anak muridnya." Hehe. Tidak apa mungkin yang diingat bagian itunya, tapi yang penting jalan menuju kesuksesan mereka sudah saya arahkan sejak masa sekolah. Tinggal dilalui aja semasa sekolah hingga pasca lulus. Tergantung kemauan dan minat. Akhir kata, sukses semua anak-anak murid saya di manapun kalian berada.

Oh iya, baru inget saya nyeletuk lagi di momen bertemu dengan murid PKL tadi yang sedang bimbingan dengan guru kejuruan keperawatannya. Saya berkata, "Nah kan kalau saya marahi, nanti jadi perawat kan. Kebetulan jadi perawat di RS Bhayangkara. Coba nanti kalau dimarahin Bu Endang yang dulu pernah kerja di RS Pertamina. Mungkin bakal jadi perawat di Pertamina mungkin yaa." Kebetulan guru pembimbing PKL anak wali saya tersebut memang dulu pernah menjadi praktisi di RS Pertamina. Dan pernyataan saya tersebut bermaksud memberikan bercandaan internal bagi yang tahu dan mencairkan suasana kegiatan bimbingan anak PKL. Hehe. Seru sekali melihat anak-anak berproses dan mendapatkan wawasan baru di dunia kerja apalagi kalau ketemu sesama alumni. Saya jadi penasaran, apa saja ya yang diceritain? Ehehe. Ahh biarlah mereka saling berbagi pengalaman selama sekolahnya gimana. Haha.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Tim Inti Catatan Akhir Sekolah Skakes 2027: Apakah Ada Potensi Bergabung Kembali dengan Skarla?

Video Catatan Akhir Sekolah (CAS) tahun 2026 persembahan dari murid angkatan XI baru saja rilis saat kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah asisten tenaga kesehatan beberapa waktu yang lalu. Dalam video, tampak ada panitia inti yang merupakan perwakilan dari berbagai kelas. Perwakilan tersebut berisi pimpinan dari kelas XII AKC 1, XII AKC 2, XII AKC 3/TLM, dan XII FKK yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan mampu menyampaikan informasi dari tim panitia ke teman-teman kelasnya, atau opsional memiliki ketenaran di antara teman-temannya. Alhamdulillah, video CAS-pun selesai, berkat kerja keras semua pihak, terkhusus panitia inti yang bertugas mengonsep video, menghubungi tim produksi, mengurus surat perizinan lokasi, sampai bolak-balik revisi hasil hingga layak tayang. Skill keorganisasian dan kepemimpinan mereka benar-benar bisa tereskpose pada babak ini. Berawal dari situ, saya iseng membayangkan kerangka tim untuk pembuatan video CAS Skakes di periode berikutnya atau pada an...

Kedua Mantan yang Layu, Kini telah Tumbuh dan Berkembang

     Cinta di masa muda, terutama di masa sekolah memang memiliki banyak pesona untuk selalu dibicarakan. Tidak terkecuali di lingkungan tempat saya kerja, yaitu sekolah swasta di sebuah kota. Di sini saya sering kali terlibat entah langsung atau tidak langsung menjadi pengamat beberapa kisah cinta. Entah yang berujung lanjut setelah lulus atau kisah patah hati yang juga menjadi pelengkapnya.      Kali ini saya teringat ada momen unik setelah menggulir media sosial saya. Saya melihat salah satu siswi tempat saya bekerja mengunggah foto kebersamaannya dengan cowok yang berasal dari sekolah yang beda, namun masih satu komplek karena dalam lingkup yayasan yang sama. Siswi tersebut saat ini berada di tingkat dua atau kelas XI di program keahlian yang biasa mengurus pasien. Dia merupakan sosok yang aktif berorganisasi karena beberapa waktu yang lalu menjadi ketua panitia kegiatan peringatan HUT ke-79 RI tahun 2024 di sekolah. Di masa-masa itu, dia banyak menghab...

Memikirkan Kegiatan/Event Sekolah agar Tidak Sekadar Dilaksanakan, namun Bermakna dan Meminimalisir Kekecewaan

Kegiatan di lingkup pendidikan mulai sekolah tingkat dasar sampai lanjut bahkan pendidikan tinggi tidak hanya berurusan dengan kegiatan belajar mengajar di kelas saja. Ada kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan atau kompetensi murid, misalnya ekstrakurikuler sampai pada peringatan hari-hari tertentu yang bersifat keagamaan, nasional, maupun hari khas suatu daerah. Semua kegiatan tersebut tujuannya adalah mencapai pendidikan yang lebih holistik atau menyeluruh dan tidak terpaku pada perkembangan akademik di mata pelajaran saja. Biasanya pelaksana dari kegiatan-kegiatan sekolah tersebut adalah para murid yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dengan dibantu oleh guru-guru pembina, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, atau di suatu sekolah yang sudah maju, bisa jadi para murid bergerak sendiri. Kebetulan saya sering bersinggungan dengan pelaksanaan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di sekolah dan pada tulisan ini saya ingin mengeluarkan...