Malam itu adalah H-1 kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah asisten tenaga kesehatan angkatan XI tahun 2026. Saya beserta panitia guru dan pengisi acara murid melaksanakan kegiatan geladi persiapan acara. Kegiatan tersebut berlangsung dari siang hingga malam. Para panitia mengerjakan tugas masing-masing, mulai dari memasukkan surat keterangan lulus dan beberapa sertifikat ke mapnya, lalu pengisi acara mencoba panggung, operator mengetes tayangan dan sound, dan lain-lain. Untuk kegiatan pembuka, ada tim tari yang bekerja keras bersama dengan pasukan pembawa bendera untuk rangkaian arak-arakan (kirab). Pada malam sekitar pkl. 20.00 WITA, saya bermaksud mendekat ke guru laki-laki A dan B yang berada di panggung dan sedang sibuk mempersiapkan dokumen kelulusan. Tiba-tiba ada telepon masuk dari orang tua murid saya dan saya ngobrol dengan disaksikan oleh guru laki-laki A. Setelah selesai pembicaraan di telepon, guru laki-laki A tersebut menanyakan kepada saya, "Siapa itu yang menel...
Kapan hari tiba2 terngiang-ngiang perkataan murid ke saya. Dia bilang, "Semangat ya pak buat ngajar dan apapun kerjaanya." Langsung saya terkejut dan bilang, "wah tumben ada murid yang ngucapin gini. Biasanya saya yang menyemangati murid gitu." Si murid ittu bilang, "iya pak, gantian. Sesekali murid yang menyemangati gurunya." Wah terharoe saya mendengarnya. Nah, bersama dengan momen tersebut, saya ingat-ingat kembali beberapa pernyataan dari murid yg berkesan dan terngiang-ngiang di benak saya sampai sekarang. Kita mulai dari "Bapak nah, muridnya banyak" - Dilia Fransiska, Farmasi Skakes 2017-2020. Merujuk pada saat itu anak-anak sering manggil-manggil saya ketika lewat terus Dilia dan kawan-kawannya ini yaa nunggu giliran gitu, entah mau foto bareng atau pas mau ngajar. Hehe. kalau gak salah ya.. Masih dengan topik yang mirip, kali ini saya terngiang-ngiang pernyataan gini, "Halah, bapak ini bilang kelas ini, muji kelas ini, padahal ke k...