Pagi ini sehabis upacara Hari Pramuka, anak-anak pada berfoto riang gembira, terutama foto sekelas bersama wali kelasnya. Saat-saat yang indah bagi wali kelas beserta anak perwaliannya. Sedangkan saya jadi penonton karena kebetulan anak perwalian saya sedang menjalani masa Praktek Kerja Lapangan (PKL) sehingga tidak mengikuti euforia kegiatan-kegiatan sekolah. Saat itu saya mengabadikan beberapa momen murid berfoto bersama wali kelasnya dengan HP saya, sampai tiba pada adegan yang agak unik. Di sela-sela adegan foto bareng sekelas, ehh ada juga yang foto berdua layaknya sepasang kekasih. Sewaktu kamera HP saya mendekatinya, ehh mereka malah berpisah. Ya wajar, barangkali malu soalnya saya kan guru, hehe. Ahh bisa aja kalian ini. Lalu tibalah sosok murid laki-laki yang mengatakan kepada saya bahwa, "itu pak, itu pak. Tulis kisahnya mereka di cerita blog bapak, kayak saya. Mereka itu pak." Saya yang memahaminya, mencoba menampik hal tersebut dengan menjawab, "Lhoh, mereka ...
Suatu sore sepulang bekerja, Pak Aldino bersama beberapa rekan kerjanya bergegas mendatangi undangan resepsi pernikahan guru yang pernah bekerja di sekolah. Karena acara diadakan di hari kerja, maka rombongan dari sekolah berangkat sore hari menuju ke lokasi acara. Sesampainya di lokasi, Pak Aldino bersama rekan kerja rombongan masuk ke lokasi, mengisi daftar tamu dan mendatangi mempelai yang ada di pelaminan. Pak Aldino yang berada di bagian belakang rombongan melihat bahwa para rekan-rekannya menyiapkan meja bundar dan menyusun kursi dengan maksud untuk duduk mengobrol sambil makan. Akhirnya Pak Aldino menuju ke lokasi stand makanan untuk mengambil Coto Makassar. Ternyata rekan-rekan kerja Pak Aldino ini hanya menata meja saja supaya pas untuk 9 orang. Setelah menata meja, rombongan bergegas untuk menyalami mempelai yang ada. Pak Aldino yang sudah memegang semangkuk Coto Makassar menjadi bingung karena tinggal disantap, ehh teman-teman ngajak untuk salam dulu. Pak Aldino mengira bahw...