Langsung ke konten utama

Kemenangan bagi Guru: Mulai dari Dianggap Pelajarannya Seru, Diingat dan Dibutuhkan Hingga Lulus

Kemenangan bagi guru ketika tiba-tiba ada murid nyeletuk, "Pak, bapak lanjut di sini aja habis ini. Lama-lamain aja ngajar di sini pak." Ketika jam belajar sudah habis. Ahh rasanya..

Ada lagi murid yang bilang, "Kenapa ya kalau mapel yang seru-seru itu kerasanya cepet selesai?" Ahh jadi mapel yang saya bawakan menarik dong yaa sampai gak kerasa selama kegiatan belajar.
Ada lagi momen saat saya memberikan tugas Bahasa Inggris membuat teks percakapan dengan tema bebas, yang penting mengandung kalimat sapaan awal, membahas sesuatu, dan menutup obrolan. Kok ya ada aja murid yang tiba-tiba isi teksnya adalah membahas keunikan gaya mengajar saya. Makasih yaa apresiasinya. Sampai terngiang-ngiang gaya mengajar saya dan dijadikan tugas. Hehe.
Hingga murid-murid yang sudah lulus. Tiba-tiba ada yang ngetag video atau komen keinget saya. Ahh rasanya masih diinget walau sudah lulus itu.. begitu.. wow.. Yang terbaru ada yang mengirimkan video tiktok berisi ucapan seseorang yang sangat mengapresiasi guru bahasa Inggrisnya yang selalu memberikan motivasi untuk bisa menjadi apapun. Alumni ini mengirim videonya ke saya sehingga kalau saya geer, artinya dia mengapresiasi saya sebagai guru yang banyak memberikan motivasi. Hehe. Makasih ya nak.
Bahkan hingga ada yang sudah lulus, terus kuliah dan punya dosen wali atau dosen pembimbing untuk penelitian. Saat ada tugas kuliah yang rumit, ehh masih nanya ke saya selaku gurunya dulu. Keinget kalau ga salah ada alumni Farmasi 2024 yang tiba-tiba nanya soal PPKn gara-gara keinget saya adalah guru PPKn-nya selama sekolah. Wkwkw. kocak. Kenapa gak nanya dosennya aja siih. hehe.
Baru-baru ini ada alumni SMK Kesehatan Airlangga Balikpapan yang tembus ke S1 Keperawatan UI tiba-tiba sering update catatan keluhan selama menjalani masa perkuliahan. Saya pun datang untuk memberikan kalimat-kalimat penyemangat. Ehh dia kembali datang meminta saran mengenai tugas esai/makalah dengan menyertakan referensi jurnal ilmiah. Karena saya alumni anak ilmiah (jurusan biologi), saya kasi lah referensi dan penguat ke dia berupa kata-kata bahwa sekarang udah era AI, lebih mudah.
Bisa dibantu AI untuk mencari jurnal-jurnal ilmiah, bahkan AI udah bisa bantu sekalian ngerjain tugasnya. Ehh barusan dibalas lagi bahwa dia merasa sangat terbantu. Ahh saya merasa lebih hidup. Bahwa hidup ini adalah tentang kebermanfaatan bagi sesama. Dan mungkin jalan inilah peran penting saya dalam kehidupan ini. Menumbuhkan "benih-benih" tunas bangsa yang terus tumbuh, sejak saya kenal, hingga lulus dan semampu serta sejauh yang saya bisa. Hehe.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Tim Inti Catatan Akhir Sekolah Skakes 2027: Apakah Ada Potensi Bergabung Kembali dengan Skarla?

Video Catatan Akhir Sekolah (CAS) tahun 2026 persembahan dari murid angkatan XI baru saja rilis saat kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah asisten tenaga kesehatan beberapa waktu yang lalu. Dalam video, tampak ada panitia inti yang merupakan perwakilan dari berbagai kelas. Perwakilan tersebut berisi pimpinan dari kelas XII AKC 1, XII AKC 2, XII AKC 3/TLM, dan XII FKK yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan mampu menyampaikan informasi dari tim panitia ke teman-teman kelasnya, atau opsional memiliki ketenaran di antara teman-temannya. Alhamdulillah, video CAS-pun selesai, berkat kerja keras semua pihak, terkhusus panitia inti yang bertugas mengonsep video, menghubungi tim produksi, mengurus surat perizinan lokasi, sampai bolak-balik revisi hasil hingga layak tayang. Skill keorganisasian dan kepemimpinan mereka benar-benar bisa tereskpose pada babak ini. Berawal dari situ, saya iseng membayangkan kerangka tim untuk pembuatan video CAS Skakes di periode berikutnya atau pada an...

Kedua Mantan yang Layu, Kini telah Tumbuh dan Berkembang

     Cinta di masa muda, terutama di masa sekolah memang memiliki banyak pesona untuk selalu dibicarakan. Tidak terkecuali di lingkungan tempat saya kerja, yaitu sekolah swasta di sebuah kota. Di sini saya sering kali terlibat entah langsung atau tidak langsung menjadi pengamat beberapa kisah cinta. Entah yang berujung lanjut setelah lulus atau kisah patah hati yang juga menjadi pelengkapnya.      Kali ini saya teringat ada momen unik setelah menggulir media sosial saya. Saya melihat salah satu siswi tempat saya bekerja mengunggah foto kebersamaannya dengan cowok yang berasal dari sekolah yang beda, namun masih satu komplek karena dalam lingkup yayasan yang sama. Siswi tersebut saat ini berada di tingkat dua atau kelas XI di program keahlian yang biasa mengurus pasien. Dia merupakan sosok yang aktif berorganisasi karena beberapa waktu yang lalu menjadi ketua panitia kegiatan peringatan HUT ke-79 RI tahun 2024 di sekolah. Di masa-masa itu, dia banyak menghab...

Omongan Murid yang Terngiang-ngiang di Benak Saya Sampai Saat Ini

Kapan hari tiba-tiba terngiang-ngiang perkataan murid ke saya. Dia bilang, "Semangat ya pak buat ngajar dan apapun kerjaanya." Langsung saya terkejut dan bilang, "wah tumben ada murid yang ngucapin gini. Biasanya saya yang menyemangati murid gitu." Si murid itu bilang, "iya pak, gantian. Sesekali murid yang menyemangati gurunya." Wah terharoe saya mendengarnya.  Kata-kata itu datang dari Madina Rahma Dewi, anak wali saya generasi 3, yaitu angkatan 2024-2027. Nah, bersama dengan momen tersebut, saya ingat-ingat kembali beberapa pernyataan dari murid yg berkesan dan terngiang-ngiang di benak saya sampai sekarang. Kita mulai dari "Bapak nah, muridnya banyak" - Dilia Fransiska, Farmasi Skakes 2017-2020. Merujuk pada saat itu anak-anak sering manggil-manggil saya ketika lewat. Terus Dilia dan kawan-kawannya ini yaa nunggu giliran gitu, entah mau foto bareng atau pas mau ngajar. Hehe. kalau gak salah ya.. Jadi pernyataan Dilia tersebut seakan-akan meny...