Langsung ke konten utama

Di Balikpapan Banyak Pasangan Kekasih adalah Cewek dengan Cowok Brondongnya: Sebuah Perspektif Pribadi

Baru-baru ini saya melihat murid laki-laki dengan seragam putih biru SMP-nya sedang ngobrol intensif dengan murid perempuan dengan seragam putih abu. Keduanya ternyata sering bertemu di kantin dan dilanjutkan pulang bareng. Barangkali kedekatan keduanya tidak hanya sebatas teman, namun menjadi sepasang kekasih. Kebetulan tempat kerja saya ini adalah kompleks sekolah yang memuat tingkat SMP dan SMK menjadi satu sehingga anak SMP dan SMK bertemu di keseharian sudah hal biasa. Pemandangan hubungan kedekatan antara murid laki-laki dan perempuan barangkali menjadi hal yang sering terjadi seiring secara alamiah memang di masa remaja lagi tingginya perasaan untuk tertarik kepada lawan jenis. Namun, saya lihat sepertinya banyak pasangan muda-mudi dengan komposisi cewek lebih tua dibanding cowoknya di Balikpapan yang menjadi kota saya merantau ini. Ya setidaknya menurut data yang saya kumpulkan selama kurang lebih 9 tahun saya bekerja di sini ya.

Satu contoh tadi sudah saya sebutkan, di mana murid laki-laki SMP ternyata berhasil mendapatkan pasangan cewek yang tingkatan kelasnya lebih tinggi alias lebih tua. Saya kurang tau soal usia mereka berdua. Barangkali bisa sama atau seumuran jika yang cewek masuk sekolah duluan kan ya.. Dan setelah saya pantau, ohh ternyata kedua pasangan tersebut bersekolah di SMP yang sama di kompleks sekolah tempat saya bekerja. Barangkali tinggal melanjutkan saja hubungan yang sudah terjalin sejak SMP sehingga sekarang si cewek sudah sampai pada tingkat SMK dan si cowok masih di SMP. Oke, satu contoh sudah saya sebutkan dan saya coba mengingat beberapa contoh lainnya yang pernah terekam di ingatan saya.

Mungkin di lingkup terdekat, ada rekan kerja saya, yaitu dia yang saat ini menjabat bendahara sekolah. Dia merupakan alumni SMK jurusan administrasi perkantoran di kompleks sekolah tempat saya bekerja. Saya ingat dulu saat masih sebagai murid, dia merupakann sosok yang aktif di organisasi sekolah (OSIS) dan sering diandalkan oleh guru untuk mengerjakan beberapa program sekolah. Saat dia kelas XI kalau tidak salah, dia menjalin hubungan dengan cowok kelas X dari jurusan multimedia. Kebetulan saya mengajar mata pelajaran fisika di kelas si cowok sehingga mengetahui informasi hubungan kedekatan mereka. Hubungan mereka sempat terjalin agak lama sebelum akhirnya kandas. Ada cerita unik sewaktu si cewek tersebut sudah lulus. Yayasan merekrut cewek tersebut menjadi bendahara sekolah dan kebetulan si cowok yang merupakan adik kelasnya tersebut masih sekolah. Jadilah ada momen di mana si cowok mau membayar uang sekolah ke mantan pacarnya saat itu yang sudah menjadi karyawan sekolah. Hehe. Unik sekali yaa.. Saya membayangkan bagaimana dialog antar keduanya saat transaksi pembayaran uang sekolah terjadi. Barangkali ada awkward moment yang tercipta atau malah seperlunya saja. Atau mungkin malah jadi agak panjang yaa pembicaraannya saat itu. Hehe. Entahlah, tapi pas itu kok ya saya ada di dekat momen tersebut dan jadi terngiang-ngiang juga.

Setelah beberapa waktu, ada suatu obrolan antara saya dengan bendahara sekolah tersebut yang membahas tentang kenangan saat masa sekolah. Akhirnya cewek bendahara ini menceritakan bahwa waktu itu dia memang menerima cowok adik kelas tersebut sebagai pacarnya, ya namanya anak muda yang lagi kasmaran. Dan waktu terus berlalu, kini keduanya telah tumbuh jadi sosok pekerja di bidang masing-masing. Nah, saat obrolan dengan bendahara tersebut, terdapat cewek yang merupakan staf bendahara berada di dekat situ. Nimbrunglah juga pada obrolan mengenai dunia asmara. Ehh ternyata staf bendahara menceritakan bahwa saat ini dia memiliki kekasih yang berusia lebih muda darinya. Bisa dibilang brondongnya dia gitu. Wow, ternyata orang keuangan di sekolah saya ini punya pengalaman menjalin hubungan dengan cowok yang usianya lebih muda yaa. Ahh cocok ya kalian. Hehe.

Kalau kita geser ke murid kembali, maka akhir-akhir ini saya juga sering melihat cewek ekskul PMR di kelas XI yang terlihat bareng dengan cowok kelas X. Pada momen kegiatan lomba peringatan 17-an di sekolah, keduanya sering berfoto bersama, yang menunjukkan kedekatan keduanya. Bahkan adegan dijemput di kelas untuk turun bersama maupun pulang bareng pun terjadi. Adegan ngobrol intens di kantin sering terjadi hingga si cewek sempat pura-pura sembunyi agar tidak saya ceng-cengin mungkin ya. Ya mungkin nasib sekolah tempat saya kerja ini didominasi murid cewek dan jumlah cowok yang terbatas. Hingga akhirnya di antara cowok yang terbatas tersebut bisa jadi menjadi incaran baik sesama angkatan, maupun kakak kelas. Dalam hal ini, cowok kelas X tersebut berhasil didapatkan oleh kakak kelasnya.

Jika diingat-ingat lagi, saya sempat memiliki anak perwalian yang menjalin kisah dengan brondong. Yang pertama, dari anak perwalian saya yang pertama, yaitu cewek keperawatan 2 angkatan 2018-2021. Selama sekolah dia memang tidak menjalin hubungan dengan cowok yang ada di sekolah. Namun saat lulus, ternyata dia menjalin hubungan dengan cowok keperawatan 1 angkatan 2019-2022. Sepertinya keduanya menjadi dekat setelah lulus, terus kalau tidak salah keduanya juga akhirnya berkuliah di kampus yang sama hingga melanjutkan hubungan asmara yang lebih mantap. Lalu yang kedua, yaitu anak perwalian saya yang kedua, yaitu cewek keperawatan 2 angkatan 2021-2024. Nah, yang ini sepertinya lebih kompleks kisah cintanya. Saya ingat bahwa saat awal kelas XI, si cewek ini sibuk di kepanitiaan. Namun saat itu wajahnya tampak sering murung dan galau. Ada dugaan dia sedang galau karena sedang dekat dengan cowok yang merupakan adik kelasnya, yaitu dari kelas AKC 2 angkatan 2022-2025. Sepertinya saya pernah membahasnya lebih lengkap di postingan berikut.

Kisah antara pasangan kekasih dengan cewek lebih tua juga saya ingat pernah terjadi di jurusan multimedia dan perkantoran lagi. Si cowok adalah sosok yang saat itu sedang giat-giatnya beraktifitas di dunia perfilman dan sibuk syuting proyek video maupun film. Dia menjalin hubungan dengan kakak kelasnya dari jurusan Otomatisasi Tata Kelola Perkantoran (OTKP). Agak lucu yaa jadi sewaktu si cewek wisuda, si cowok datangi cewek di gedungnya. Ceweknya wisuda dulu. Cuma sekarang sepertinya kisah mereka sudah kandas, karena si cowok menjalin hubungan dengan teman kuliahnya. Hehe.

Setelah banyak membahas kisah cinta monyet masa sekolah, data saya ternyata tidak berhenti di situ. Terdapat kisah asmara yang mencapai titik serius yang melibatkan hubungan antara cewek yang lebih tua dan cowok lebih muda. Yang pertama ada rekan sesama guru keperawatan dengan gelar S.Tr.Kep. yang saya kenal di periode 2018 yang menceritakan bahwa suaminya merupakan sosok yang lebih muda. Kalau tidak salah mereka bertemu di kampus yang sama lalu menjalin hubungan hingga sampai pada pelaminan. Lalu, dilanjutkan dengan guru keperawatan yang berasal dari Medan yang juga memiliki suami yang berusia lebih muda. Ohh barangkali cewek keperawatan ini merasa cocok dengan cowok yang lebih muda kali ya. Terkhusus untuk 2 contoh tersebut. Hehe.

Melihat kisah-kisah yang saya temui di Kota Balikpapan ini, saya jadi menerawang jauh saat masa-masa saya sekolah dulu di Surabaya. Sepertinya dulu saat saya masih berusia remaja, cenderung suka dengan kakak kelas. Mungkin karena penampilannya lebih dewasa dan cantiknya lebih matang kali ya, sehingga saya juga beberapa kali menaruh rasa terhadap kakak kelas. Lalu saya teringat kisah apes saya dalam menjalani masa pendekatan (PDKT) dengan kakak kelas. Saat itu masih era menggunakan handphone untuk komunikasi hanyalah melalui pesan singkat (SMS) dan telepon. Pada saat kelas 7, saya juga belum memiliki handphone (HP) pribadi. Tapi anehnya waktu itu saya punya keberanian untuk meminta nomor handphone kakak kelas cewek yang saya suka. Ada beberapa nomor yang saya simpan dan akhirnya saya menggunakan HP Ayah saya untuk menjalin komunikasi. Beberapa SMS sudah saya lancarkan untuk berusaha mendekati kakak kelas yang menjadi incaran saya. Beberapa dibalas dan beberapa tak terbalas. Hingga akhirnya ada suatu momen yang memalukan terjadi.

Suatu sore sepulang sekolah saya dipanggil oleh kakak kelas saya yang jadi incaran tersebut. Saya merasakan hati saya berbunga-bunga karena tumben-tumbenan saya dipanggil. Apakah usaha saya selama ini menghubungi dia lewat SMS akhirnya berhasil dan dia akhirnya mau untuk menerima saya. Hehe. Suatu keoptimisan saya rasakan. Namun ternyata bukan hasil bagus yang saya dapatkan. Malah berupa teguran dari kakak kelas saya tersebut. Dia mengatakan bahwa, "Dek, yang sopan yaa kalau SMS kakak kelas." Ya sepertinya itu saja yang saya ingat karena sisanya yaa semacam perasaan bahwa dia terganggu bahwa selama ini saya kirimi SMS pendekatan. Ohh sial, ternyata dia hanya ingin mengkonfirmasi bahwa dia tidak menginginkan interaksi pendekatan dari saya dan dari situ saya merasakan bahwa, "Ohh memang mendekati kakak kelas itu susah, karena saya pasti dianggap bocil yang belum dewasa." Dan ternyata plot twist terjadi karena kakak kelas incaran saya tersebut ternyata menjalin asmara dengan teman seangkatan saya. Dan memang secara tampang, teman saya itu lebih ganteng. Ahh sial, ternyata bisa kok dapetin kakak kelas. Asal modal fisik tampang ganteng. Huft.

Kalau kembali ke masa dewasa, maka sebenarnya saya sempat merasakan kok suka dengan cewek yang lebih tua, hehe dan sempat berhasil juga menjalin hubungan. Ahh masa iya? Barangkali yang tau-tau aja nih yaa.. Ehehe. Udah mungkin yaa.. Apakah para pembaca setuju dengan pandangan saya ini, atau punya pandangan lain? Yuk bisa berbagi. Hehe. Sampai jumpa di cerita-cerita selanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prediksi Tim Inti Catatan Akhir Sekolah Skakes 2027: Apakah Ada Potensi Bergabung Kembali dengan Skarla?

Video Catatan Akhir Sekolah (CAS) tahun 2026 persembahan dari murid angkatan XI baru saja rilis saat kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah asisten tenaga kesehatan beberapa waktu yang lalu. Dalam video, tampak ada panitia inti yang merupakan perwakilan dari berbagai kelas. Perwakilan tersebut berisi pimpinan dari kelas XII AKC 1, XII AKC 2, XII AKC 3/TLM, dan XII FKK yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan mampu menyampaikan informasi dari tim panitia ke teman-teman kelasnya, atau opsional memiliki ketenaran di antara teman-temannya. Alhamdulillah, video CAS-pun selesai, berkat kerja keras semua pihak, terkhusus panitia inti yang bertugas mengonsep video, menghubungi tim produksi, mengurus surat perizinan lokasi, sampai bolak-balik revisi hasil hingga layak tayang. Skill keorganisasian dan kepemimpinan mereka benar-benar bisa tereskpose pada babak ini. Berawal dari situ, saya iseng membayangkan kerangka tim untuk pembuatan video CAS Skakes di periode berikutnya atau pada an...

Kedua Mantan yang Layu, Kini telah Tumbuh dan Berkembang

     Cinta di masa muda, terutama di masa sekolah memang memiliki banyak pesona untuk selalu dibicarakan. Tidak terkecuali di lingkungan tempat saya kerja, yaitu sekolah swasta di sebuah kota. Di sini saya sering kali terlibat entah langsung atau tidak langsung menjadi pengamat beberapa kisah cinta. Entah yang berujung lanjut setelah lulus atau kisah patah hati yang juga menjadi pelengkapnya.      Kali ini saya teringat ada momen unik setelah menggulir media sosial saya. Saya melihat salah satu siswi tempat saya bekerja mengunggah foto kebersamaannya dengan cowok yang berasal dari sekolah yang beda, namun masih satu komplek karena dalam lingkup yayasan yang sama. Siswi tersebut saat ini berada di tingkat dua atau kelas XI di program keahlian yang biasa mengurus pasien. Dia merupakan sosok yang aktif berorganisasi karena beberapa waktu yang lalu menjadi ketua panitia kegiatan peringatan HUT ke-79 RI tahun 2024 di sekolah. Di masa-masa itu, dia banyak menghab...

Omongan Murid yang Terngiang-ngiang di Benak Saya Sampai Saat Ini

Kapan hari tiba-tiba terngiang-ngiang perkataan murid ke saya. Dia bilang, "Semangat ya pak buat ngajar dan apapun kerjaanya." Langsung saya terkejut dan bilang, "wah tumben ada murid yang ngucapin gini. Biasanya saya yang menyemangati murid gitu." Si murid itu bilang, "iya pak, gantian. Sesekali murid yang menyemangati gurunya." Wah terharoe saya mendengarnya.  Kata-kata itu datang dari Madina Rahma Dewi, anak wali saya generasi 3, yaitu angkatan 2024-2027. Nah, bersama dengan momen tersebut, saya ingat-ingat kembali beberapa pernyataan dari murid yg berkesan dan terngiang-ngiang di benak saya sampai sekarang. Kita mulai dari "Bapak nah, muridnya banyak" - Dilia Fransiska, Farmasi Skakes 2017-2020. Merujuk pada saat itu anak-anak sering manggil-manggil saya ketika lewat. Terus Dilia dan kawan-kawannya ini yaa nunggu giliran gitu, entah mau foto bareng atau pas mau ngajar. Hehe. kalau gak salah ya.. Jadi pernyataan Dilia tersebut seakan-akan meny...