Langsung ke konten utama

How to Beat the Superpower Invaders? Start from the Great Power of Human

Kali ini mau bikin utas yang agak serius. Bahas Palestina-Israel. Bagaimana berpihak pada kemanusiaan menjadi yang utama, dan bagaimana solusi dari pemikiran-pemikiran saya yang mungkin bisa saya tawarkan untuk persoalan tersebut. Semoga cocok lah yaa.

Mengingat banyaknya utas atau bacaan-bacaan lainnya dengan tema sejenis, kali ini saya juga ikut meramaikannya. Tentunya dengan my own style alias gaya saya sendiri dan olah pemikiran saya, terfokus langsung saja pada solusi yang saya tawarkan.

Setelah membaca beberapa literatur (walau masih kurang banget sebetulnya), dan melihat situasi yang memanas akhir-akhir ini hingga yang paling parah adalah hati tergerak untuk membantu meringankan penderitaan korban konflik, namun tidak mampu berbuat banyak.

pemerintah melalui kebijakan luar negerinya agar sesuai dengan pembukaan UUD 1945 yang memperjuangkan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Beberapa mungkin keras menyuarakan untuk mendukung rakyat Palestina dan ditambah mengutuk keras zionis Israel.

Yaa itu saja mungkin hal-hal yang dapat kita lakukan saat ini, saat jabatan dan kekuatan masih sebatas level rakyat biasa. Ditambah lawan kita adalah sesuatu yang sangat kuat, sangat terstruktur, benar-benar kompleks dan rumit untuk dilawan dalam waktu singkat.

Tentara Zionis Israel merupakan kumpulan orang-orang terlatih, ditambah lagi dari struktur genetik mereka adalah orang-orang pandai (lihat pernyataan Hitler maupun literatur tentang ras Yahudi yang mempunyai keistimewaan keunggulan dalam kepandaian) Sokongan dari negara luar pun begitu banyak, terutama yang paling kental adalah dari negara adidaya, adikuasa, tidak lain dan tidak bukan adalah AS. AS seolah-olah punya modal tak terbatas untuk menyokong militer Israel dengan kepentingan-kepentingannya yang sering kali bertentangan dengan banyak pihak.

Nah, sangat kuat lawan yang kita hadapi beserta sosok besar di baliknya. Lalu apa lagi yang dapat kita lakukan selain beberapa hal yang sudah saya sebutkan tadi? Sambil berdoa sekencang-kencangnya, ada baiknya kita juga memakai hal mendasar yang kita punyai, akal pikiran.

Iya benar, kita gunakan akal pikiran kita secara lebih mendalam untuk membuat strategi khusus mengalahkan sosok besar yang secara logika tidak mungkin dilawan. Namun, banyak kisah hebat terjadi untuk menggulingkan rezim yang kejam dimulai dari bawah bukan?

Ini tidak melulu, brarti saya merekomendasikan untuk berperang langsung face to face lawan tentara zionis lho yaa.. engga gitu. Maksudnya, kita punya akal pikiran yang dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya sesuai bidang yang kita geluti saat ini. Kita harus powerful.

Kebetulan saat ini saya mengemban amanah di bidang pendidikan, yaitu profesi guru, maka saya akan bekerja semaksimal mungkin untuk memberikan wawasan pengetahuan dan bekal pola pikir yang benar kepada para siswa saya supaya mengetahui mana yang benar dan salah serta menanamkan pola pikir agar memperjuangkan keadilan & kemanusiaan, hingga nantinya hal tersebut melahirkan lulusan yang berwawasan dan pola pikir hebat. Mereka akan menjadi profesional di masing-masing bidang. Syukur-syukur beberapa diantaranya mempunyai company/brand.

Yang menjadi profesional di masing-masing bidang akan bekerja dengan giat sehingga membuat suatu kesuksesan di perusahaan yangg ditempatinya hingga akhirnya posisi puncak di perusahaan tersebut digenggamnya. Ketika posisi sudah bagus, maka mudah untuk membuat kebijakan-kebijakan yang mempengaruhi banyak orang, sehingga orang-orang tersebut dapat menjadi basis massa yg kuat untuk menyuarakan dukungan penghapusan penjajahan dan penindasan yang lebih masif dan terstruktur. Atau dengan posisi puncak bisa lebih kuat dalam menyalurkan dana bantuan.

Begitu pula lulusan yang mempunyai brand/company yang dihasilkan dari para wirausahawan-wirausahawan. Mereka sejak awal sudah terlatih untuk mandiri, serta dilengkapi pola pikir hebat anti penindasan dan perjuangkan keadilan. Ketika perusahaannya besar, sudah punya basis massa yang kuat sehingga punya pengaruh luas bagi banyak orang dan dapat mengatur massa tersebut untuk berbuat sesuatu agar penjajahan dapat dihapuskan, entah nantinya membuat partai untuk masuk dalam kebijakan negara, maupun langsung bekerjasama antar lembaga yang sama-sama punya visi misi untuk menghapuskan penjajahan dari dunia dan memperjuangkan kemanusiaan. Hal tersebut terdengar terlalu "melangit" atau ketinggian yaa. iyaa tidak mengapa, toh ide-ide besar memang biasa awalnya menjadi sesuatu yang dianggap remeh.

Saya membayangkan jika dalam mengajar ratusan siswa tiap tahunnya menghasilkan beberapa puluhan siswa yang berpola pikir yang hebat sesuai harapan tadi, maka dalam beberapa tahun mendatang mereka akan menjadi agen-agen idealis yang berbuat sesuatu untuk dunia ini.

Karena lawan kita adalah makhluk-makhluk yang pintar, tapi bukan berarti paling pintar sedunia, maka masih ada peluang bagi kita untuk melawan. Ayo belajar, ayo kuasai teknologi, ayo belajar bahasa supaya tidak terperdaya, ayo pelajari budaya supaya mengerti banyak hal.

Ayo kuasai ilmu pengetahuan terkini, ayo menjadi profesional yang punya passion tinggi terhadap kemanusiaan, ayo menjadi bos-bos perusahaan yang peduli terhadap banyak hal di dunia ini. Kita harus kabarkan bahwa di belahan dunia lain, ada yang harus diperbaiki.

Bacaan ini adalah dukungan terhadap suatu utas yg kapan hari muncul yang pada intinya adalah melawan penindasan zionis Israel dengan taktik dan strategi yang lebih baik supaya suatu saat dunia menjadi lebih baik. Yakni kita harus punya kuasa lebih terhadap bidang kita masing-masing, syukur-syukur nantinya memiliki jabatan penting dalam pemerintahan maupun lembaga kemanusiaan. Sehingga kita punya peran yang lebih besar untuk menggerakkan massa, uang, maupun nilai tawar Internasional karena kita punya keahlian.

Sekian, semoga kumpulan ocehan saya ini membuka pola pikir. Ya harapannya sih gitu, kurang lebihnya mohon maaf, kalau ada koreksi, sangat direkomendasikan supaya bisa sharing dan lebih bermanfaat ke depan. #SavePalestine #Palestina #Palestine

(Aldinokams, 25 Mei 2021)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Perjuangan Cowok yang Menaruh Perasaan pada Teman Sesama Anggota Ekstrakurikuler

Kisah cinta di masa muda selalu menarik untuk dibahas. Berbagai macam karya baik berupa cerpen, novel, pentas drama, film, musik selalu menarik minat jika bertemakan kisah percintaan di masa muda, terutama masa sekolah. Para pembaca pasti masih terngiang-ngiang lagu soundtrack film Dilan, atau agak mundur sedikit ada kisah Ada Apa dengan Cinta? dan mundur lagi ada kisah Galih dan Ratna, Lupus, dan beberapa kisah lainnya. Semuanya mengandung kisah percintaan di masa muda terutama masa sekolah. Saat ini saya bekerja sebagai guru di SMK swasta dan di sini saya juga menemui banyak kisah percintaan para siswa. Biasanya kisah cinta itu tumbuh dalam lingkup ekstrakurikuler yang sama, organisasi (OSIS/MPK), maupun cinta dalam sekelas. Faktor-faktor yang saya sebut tadi merupakan pengaruh terbesar terjadinya kisah cinta yang saling menerima atau tidak bertepuk sebelah tangan, yaa walau sebagian cintanya juga ada yang tidak terbalas. Namun, faktor kebersamaan dalam suatu kegiatan ekstrakurikuler...

Jika Usahamu Gagal di Tahap Pertama, Coba terus Sampai Berhasil: Sebuah Perjuangan Cinta di Masa Sekolah

     Anak muda pada tahun 2000-an mayoritas sudah pernah menonton film Catatan Akhir Sekolah. Di film tersebut, terdapat adegan dari seorang cowok culun yang setiap harinya membawa bunga untuk menyatakan cinta pada cewek idamannya. Walaupun si cewek sering menghindar, namun perjuangan si cowok tetap berlanjut. Dicoba terus, sampai akhirnya di malam perpisahan sekolah, bunganya diterima si cewek, tanda bahwa perjuangan untuk mendapatkan pujaan hati berhasil. Film tersebut secara tidak langsung menjadi gambaran bahwa kisah percintaan di masa sekolah begitu menarik, karena ada usaha keras yang tidak selalu mulus. Hingga akhir ( ending ) bahagia yang memuaskan penonton. Namun, di dunia nyata apakah ada yang seperti itu? Jawabannya tentu saja ada yang iya, ada yang tidak karena tergantung orang dan kisahnya masing-masing. Namun, saya menemui kisah keberhasilan mirip dari apa yang terjadi di film Catatan Akhir Sekolah tersebut.      Kisah pertama ini dari sudut p...

Kedua Mantan yang Layu, Kini telah Tumbuh dan Berkembang

     Cinta di masa muda, terutama di masa sekolah memang memiliki banyak pesona untuk selalu dibicarakan. Tidak terkecuali di lingkungan tempat saya kerja, yaitu sekolah swasta di sebuah kota. Di sini saya sering kali terlibat entah langsung atau tidak langsung menjadi pengamat beberapa kisah cinta. Entah yang berujung lanjut setelah lulus atau kisah patah hati yang juga menjadi pelengkapnya.      Kali ini saya teringat ada momen unik setelah menggulir media sosial saya. Saya melihat salah satu siswi tempat saya bekerja mengunggah foto kebersamaannya dengan cowok yang berasal dari sekolah yang beda, namun masih satu komplek karena dalam lingkup yayasan yang sama. Siswi tersebut saat ini berada di tingkat dua atau kelas XI di program keahlian yang biasa mengurus pasien. Dia merupakan sosok yang aktif berorganisasi karena beberapa waktu yang lalu menjadi ketua panitia kegiatan peringatan HUT ke-79 RI tahun 2024 di sekolah. Di masa-masa itu, dia banyak menghab...