Langsung ke konten utama

Postingan

Kedua Mantan yang Layu, Kini telah Tumbuh dan Berkembang

     Cinta di masa muda, terutama di masa sekolah memang memiliki banyak pesona untuk selalu dibicarakan. Tidak terkecuali di lingkungan tempat saya kerja, yaitu sekolah swasta di sebuah kota. Di sini saya sering kali terlibat entah langsung atau tidak langsung menjadi pengamat beberapa kisah cinta. Entah yang berujung lanjut setelah lulus atau kisah patah hati yang juga menjadi pelengkapnya.      Kali ini saya teringat ada momen unik setelah menggulir media sosial saya. Saya melihat salah satu siswi tempat saya bekerja mengunggah foto kebersamaannya dengan cowok yang berasal dari sekolah yang beda, namun masih satu komplek karena dalam lingkup yayasan yang sama. Siswi tersebut saat ini berada di tingkat dua atau kelas XI di program keahlian yang biasa mengurus pasien. Dia merupakan sosok yang aktif berorganisasi karena beberapa waktu yang lalu menjadi ketua panitia kegiatan peringatan HUT ke-79 RI tahun 2024 di sekolah. Di masa-masa itu, dia banyak menghab...

Antara Balik ke Perasaan yang Lama dan Kekaguman pada Sosok yang Baru (Kisah Cinta Murid Again)

     Membahas kisah percintaan di zaman sekolah memang selalu seru dan menarik untuk diceritakan berulang. Itulah sebabnya, karya tulis novel, film, dan lain sebagainya yang memiliki kisah tentang percintaan remaja di masa sekolah selalu memiliki basis peminatnya tersendiri. Kisah percintaan atau asmara di zaman sekolah menarik dibahas karena gejolaknya yang naik turun. Ada yang ditakdirkan berhasil, gagal, atau ada yang masuk di persimpangan. Antara gagal dan berhasil, atau ada yang tertunda. Ada yang awalnya berhasil, namun ternyata itu hanya kisah semu karena hanya menjadi bahan pelarian. Herannya, para remaja tidak berhenti untuk terus mengejar kisah asmaranya agar menuju keberhasilan. Ya anggap saja "bumbu" dalam mengarungi masa muda yang cuma sekali.      Pada tahun 2024 ini, ada kisah asmara di antara murid yang menarik untuk saya bahas. Ya sebenarnya banyak juga kisah lainnya, namun yang ini spesial karena kebetulan pelakunya adalah orang yang dekat...

Memikirkan Kegiatan/Event Sekolah agar Tidak Sekadar Dilaksanakan, namun Bermakna dan Meminimalisir Kekecewaan

Kegiatan di lingkup pendidikan mulai sekolah tingkat dasar sampai lanjut bahkan pendidikan tinggi tidak hanya berurusan dengan kegiatan belajar mengajar di kelas saja. Ada kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan atau kompetensi murid, misalnya ekstrakurikuler sampai pada peringatan hari-hari tertentu yang bersifat keagamaan, nasional, maupun hari khas suatu daerah. Semua kegiatan tersebut tujuannya adalah mencapai pendidikan yang lebih holistik atau menyeluruh dan tidak terpaku pada perkembangan akademik di mata pelajaran saja. Biasanya pelaksana dari kegiatan-kegiatan sekolah tersebut adalah para murid yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dengan dibantu oleh guru-guru pembina, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, atau di suatu sekolah yang sudah maju, bisa jadi para murid bergerak sendiri. Kebetulan saya sering bersinggungan dengan pelaksanaan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di sekolah dan pada tulisan ini saya ingin mengeluarkan...

Tentang Kegiatan Apresiasi Prestasi untuk Guru dan Sekolah dari Dinas dan Kementerian Pendidikan

Akhir-akhir ini dunia pendidikan di negeri ini akan diramaikan dengan berbagai aktifitas apresiasi atau penghargaan yang diberikan kepada guru dan sekolah. Berbagai institusi mulai dari Dinas Pendidikan Provinsi, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten bahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berinisiatif menggelar acara bertajuk apresiasi untuk guru berprestasi, guru inovatif, sekolah berprestasi, dan sejenisnya. Puncaknya adalah jambore Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) hebat yang bakal dilaksanakan pada perayaan bersamaan dengan hari guru nasional pada November nanti. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan semangat agar guru-guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia untuk memacu diri agar terus berinovasi, terutama dalam kegiatan belajar dan mengajar. Kegiatan ini juga menjadi langkah pemerintah melalui kementerian maupun dinas pendidikan daerah untuk memberikan penghargaan kepada guru dan tenaga kependidikan yang merupakan ujung tombak utama...

Tentang Rezim Penguasa Saat Ini

  Penguasa udah ga pake cara lama kediktatoran yang terang-terangan. Tapi sekarang pake alat negara yang legal, demi menjegal dan melanggengkan kekuasaan. Kalau ada yang ngelawan secara keras, tinggal dipanggil, ditawari jabatan, harta, tanah, dah selesai urusan. Jadi gak ada lagi musuhnya. Karena semua dirangkul masuk. Kalau kayak gini, siapa yang berani melawan? Di timeline saya, orang-orang yg ngepost tanda bahaya (darurat) adalah orang-orang yg saya kenal pemikirannya. Namun yg gak ngepost, ya antara ga paham konteksnya, atau yaa karena mereka bagian dari keluarga besar yg dapat "jatah". Para influencer yg saya liat timeline-nya keliatan kok kemarin dukungan penuh ke mana, terus saat ini posisinya pasti bimbang. Mau protes ke pemerintah ga enak soalnya kan udah dikasi jatah. Walau nurani mau berontak. Hehe. Semangat orang-orang idealis yg masih berjuang. Emang rakyat ini mayoritas pengen apa sih? Ga usah jauh2 pendidikan tinggi lah ya. untuk makan sehari-hari kan yg palin...

Tentang Guru Berprestasi

  Beberapa waktu yang lalu, ada info lomba yang diadakan oleh dinas pendidikan, yaitu pemilihan guru, kepala sekolah, hingga sekolah berprestasi. Salah seorang rekan guru saya sudah mengikuti event sejenis terlebih dahulu dan berhasil meraih juara 3 guru berprestasi tingkat kota. Guru tersebut kebetulan seangkatan dengan saya ketika dipanggil program pendidikan profesi guru di tahun 2022. Karena saya dianggap selevel dengan guru juara tersebut, maka rekan-rekan kerja saya pun mendorong saya agar mengikuti lomba guru berprestasi ketika eventnya datang. Kalau kepala sekolah jelas juga memberikan arahan untuk ikut. Waktu berlalu, saya sudah mendaftar dan tinggal melengkapi berkas untuk maju seleksi ke babak selanjutnya. Selama masa tersebut, ternyata di sekolah sedang sibuk workshop dan adaptasi dengan murid di tahun ajaran baru. Waktu saya banyak saya habiskan dengan murid karena kebetulan saya juga menjadi wali kelas anak baru. Saya juga mengolah bahan ajar agar lebih enak digunakan...

Menjadi Penghubung Pemikiran Murid dan Narasumber dalam Kegiatan Workshop Kewirausahaan

Kemarin Jumat, saya mengikuti workshop mengenai kewirausahaan di sekolah. Pesertanya adalah para murid yang sudah memiliki usaha atau akan merancang usaha. Pematerinya ada 2, satunya di bidang teori atau dengan latar belakang akademik, satunya lagi di bidang praktisi yang juga kebetulan bidang geraknya di jalur yang selaras dengan ruang lingkup sekolah, yaitu di bidang kesehatan. Saya mengikuti kegiatan tersebut dengan seksama dan memperhatikan pemaparan dunia wirausaha dari para pemateri. Beberapa materi pernah saya temui dan pelajari, misalnya dasar-dasar dalam wirausaha (karena pernah ambil mata kuliah kewirausahaan selama kuliah). Beberapa hal baru pun saya dapatkan, seperti inovasi produk di bidang kesehatan yang ternyata ada banyak sekali. Dengan bahan-bahan sederhana yang dapat ditemukan di sekitar rumah atau bahan yang menjadi suatu ciri khas di Balikpapan. Banyak di antaranya berasal dari bahan alami tumbuhan yang mana harusnya saya mengetahuinya juga sebagai anak biologi. Sel...