Langsung ke konten utama

Postingan

Memikirkan Kegiatan/Event Sekolah agar Tidak Sekadar Dilaksanakan, namun Bermakna dan Meminimalisir Kekecewaan

Kegiatan di lingkup pendidikan mulai sekolah tingkat dasar sampai lanjut bahkan pendidikan tinggi tidak hanya berurusan dengan kegiatan belajar mengajar di kelas saja. Ada kegiatan-kegiatan lain yang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan atau kompetensi murid, misalnya ekstrakurikuler sampai pada peringatan hari-hari tertentu yang bersifat keagamaan, nasional, maupun hari khas suatu daerah. Semua kegiatan tersebut tujuannya adalah mencapai pendidikan yang lebih holistik atau menyeluruh dan tidak terpaku pada perkembangan akademik di mata pelajaran saja. Biasanya pelaksana dari kegiatan-kegiatan sekolah tersebut adalah para murid yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dengan dibantu oleh guru-guru pembina, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, atau di suatu sekolah yang sudah maju, bisa jadi para murid bergerak sendiri. Kebetulan saya sering bersinggungan dengan pelaksanaan berbagai kegiatan yang dilaksanakan di sekolah dan pada tulisan ini saya ingin mengeluarkan...

Tentang Kegiatan Apresiasi Prestasi untuk Guru dan Sekolah dari Dinas dan Kementerian Pendidikan

Akhir-akhir ini dunia pendidikan di negeri ini akan diramaikan dengan berbagai aktifitas apresiasi atau penghargaan yang diberikan kepada guru dan sekolah. Berbagai institusi mulai dari Dinas Pendidikan Provinsi, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten bahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berinisiatif menggelar acara bertajuk apresiasi untuk guru berprestasi, guru inovatif, sekolah berprestasi, dan sejenisnya. Puncaknya adalah jambore Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) hebat yang bakal dilaksanakan pada perayaan bersamaan dengan hari guru nasional pada November nanti. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan semangat agar guru-guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia untuk memacu diri agar terus berinovasi, terutama dalam kegiatan belajar dan mengajar. Kegiatan ini juga menjadi langkah pemerintah melalui kementerian maupun dinas pendidikan daerah untuk memberikan penghargaan kepada guru dan tenaga kependidikan yang merupakan ujung tombak utama...

Tentang Rezim Penguasa Saat Ini

  Penguasa udah ga pake cara lama kediktatoran yang terang-terangan. Tapi sekarang pake alat negara yang legal, demi menjegal dan melanggengkan kekuasaan. Kalau ada yang ngelawan secara keras, tinggal dipanggil, ditawari jabatan, harta, tanah, dah selesai urusan. Jadi gak ada lagi musuhnya. Karena semua dirangkul masuk. Kalau kayak gini, siapa yang berani melawan? Di timeline saya, orang-orang yg ngepost tanda bahaya (darurat) adalah orang-orang yg saya kenal pemikirannya. Namun yg gak ngepost, ya antara ga paham konteksnya, atau yaa karena mereka bagian dari keluarga besar yg dapat "jatah". Para influencer yg saya liat timeline-nya keliatan kok kemarin dukungan penuh ke mana, terus saat ini posisinya pasti bimbang. Mau protes ke pemerintah ga enak soalnya kan udah dikasi jatah. Walau nurani mau berontak. Hehe. Semangat orang-orang idealis yg masih berjuang. Emang rakyat ini mayoritas pengen apa sih? Ga usah jauh2 pendidikan tinggi lah ya. untuk makan sehari-hari kan yg palin...

Tentang Guru Berprestasi

  Beberapa waktu yang lalu, ada info lomba yang diadakan oleh dinas pendidikan, yaitu pemilihan guru, kepala sekolah, hingga sekolah berprestasi. Salah seorang rekan guru saya sudah mengikuti event sejenis terlebih dahulu dan berhasil meraih juara 3 guru berprestasi tingkat kota. Guru tersebut kebetulan seangkatan dengan saya ketika dipanggil program pendidikan profesi guru di tahun 2022. Karena saya dianggap selevel dengan guru juara tersebut, maka rekan-rekan kerja saya pun mendorong saya agar mengikuti lomba guru berprestasi ketika eventnya datang. Kalau kepala sekolah jelas juga memberikan arahan untuk ikut. Waktu berlalu, saya sudah mendaftar dan tinggal melengkapi berkas untuk maju seleksi ke babak selanjutnya. Selama masa tersebut, ternyata di sekolah sedang sibuk workshop dan adaptasi dengan murid di tahun ajaran baru. Waktu saya banyak saya habiskan dengan murid karena kebetulan saya juga menjadi wali kelas anak baru. Saya juga mengolah bahan ajar agar lebih enak digunakan...

Menjadi Penghubung Pemikiran Murid dan Narasumber dalam Kegiatan Workshop Kewirausahaan

Kemarin Jumat, saya mengikuti workshop mengenai kewirausahaan di sekolah. Pesertanya adalah para murid yang sudah memiliki usaha atau akan merancang usaha. Pematerinya ada 2, satunya di bidang teori atau dengan latar belakang akademik, satunya lagi di bidang praktisi yang juga kebetulan bidang geraknya di jalur yang selaras dengan ruang lingkup sekolah, yaitu di bidang kesehatan. Saya mengikuti kegiatan tersebut dengan seksama dan memperhatikan pemaparan dunia wirausaha dari para pemateri. Beberapa materi pernah saya temui dan pelajari, misalnya dasar-dasar dalam wirausaha (karena pernah ambil mata kuliah kewirausahaan selama kuliah). Beberapa hal baru pun saya dapatkan, seperti inovasi produk di bidang kesehatan yang ternyata ada banyak sekali. Dengan bahan-bahan sederhana yang dapat ditemukan di sekitar rumah atau bahan yang menjadi suatu ciri khas di Balikpapan. Banyak di antaranya berasal dari bahan alami tumbuhan yang mana harusnya saya mengetahuinya juga sebagai anak biologi. Sel...

Wanita Bisa Menunggu Laki-lakinya Berproses / Wanita Tidak Selalu Memilih Laki-laki yang Sudah Mapan

Pada Hari Minggu yang lalu, aku menonton film Indonesia berjudul Toko Barang Mantan. Setelah menonton filmnya, aku jadi ingin menuliskan review mengenai film tersebut yang terkait dengan kisah yang ada di sekitar. Jadi di film tersebut, menceritakan laki-laki, yaitu Tristan yang membuka usaha jual beli barang bekas peninggalan mantan pacar/kekasih dengan cuplikan sejarah yang menyertainya. Usaha tersebut dibuka oleh laki-laki tersebut dengan terpontang-panting dengan mengorbankan masa akhir kuliahnya hingga mengalami kesulitan untuk membayar uang sewanya. Suatu ketika, datanglah mantan pacar si Tristan, yaitu Laras yang membuat perasaannya bergejolak parah. Kedatangan mantan tersebut ternyata ingin memberikan undangan pernikahannya kepada Tristan setelah agak lama bercuap-cuap, kembali bersenda gurau. Tentu hal ini menjadi hal yang mengobrak-abrik perasaan Tristan. Seolah-olah sudah move on dari perasaan lamanya terhadap Laras, namun dia mengalami kegalauan. Ternyata beberapa hari sete...

Love-hate Relationship Antara Cewek dan Cowok

Pada saat sekolah mengadakan kegiatan kesiswaan seperti peringatan hari besar nasional, saya biasanya menghabiskan waktu mengobrol santai dengan siswa. Entah membicarakan kegiatan sekolah, rencana kegiatan di masa mendatang, sampai hal-hal yang biasanya menarik perhatian untuk dibahas di kalangan remaja. Tidak lain dan tidak bukan adalah tentang cinta atau perasaan. Pada hari Jumat di pekan ketiga bulan Februari, saya mendatangi kelas anak wali saya yang berada di lantai 4 gedung sekolah ketika kegiatan peringatan HUT Balikpapan dilaksanakan dengan kegiatan menulis. Saat itu, ada salah satu siswi di kelas saya sudah selesai dan dia keluar kelas. Karena kelasnya di lantai 4 dan keluar kelas bisa langsung melihat pemandangan di lapangan, maka saya berinisiatif untuk mengobrol dengan siswi tersebut. Awal percakapan dimulai dengan topik ringan seputar pekerjaan di kelas atau persiapan setelah lulus dari sekolah karena kebetulan siswi tersebut yang merupakan anak wali saya saat itu sudah me...