Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Presiden Prabowo diberi Penghargaan oleh Raja Jordania, Apakah Sesuatu yang Keren? Sebuah Telaah dan Diskusi

Presiden Prabowo diberi penghargaan oleh Raja Jordania menjadi headline beberapa media massa. Bagi masyarakat, berita ini mungkin bernilai "wow, keren." Presiden kita mendapat penghargaan dari negara lain. Bukti bahwa kinerja beliau bagus. Apalagi bagi pendukung fanatiknya, jelas menjadi bahan baku bagus untuk promosi citra diri sang Presiden. Namun, bagi yang membaca sejarah, Jordania merupakan negara yang menampung atau menerima beliau ketika krisis pasca tragedi 1998. Iya, bagi para pendukung fanatiknya, pasti kepergian Prabowo ke Jordania pada waktu gonjang-ganjing huru-hara 1998 itu dianggap adalah "pengamanan" pada diri Prabowo ketika situasi di negeri ini tidak aman. Namun, bagi para masyarakat yang membaca sejarah, kepergian di saat adanya sidang kasus tersangka penculikan aktivis 1998 bisa jadi adalah upaya kabur dari pertanggungjawaban. Kedua sudut pandang tersebut saling bersinggungan, namun upaya untuk merestrukturisasi sejarah Indonesia saat ini terus b...

Hari Kerja yang Hectic Namun Membuat Puas dan Senang Menjadi Guru

Menjelang akhir pekan ini, saya melakukan beberapa pekerjaan yang bertumpuk dengan deadline berdekatan. Dimulai dari sore hari pada Hari Kamis, yaitu saya mendapatkan pekerjaan untuk menyiapkan soal try out persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk murid kelas 12. Tidak tanggung-tanggung, saya harus menyiapkan 2 paket soal, yaitu mata pelajaran (mapel) biologi dan Bahasa Inggris. Pengumuman untuk menyiapkan soal ini juga waktunya mepet, yaitu pada Hari Selasa. Akhirnya pengerjaan soal saya kebut dari sore hingga malam, tembus ke dini hari yang artinya lembur. Setelah menyelesaikan pekerjaan menginput soal tersebut ke google form, saya lanjutkan untuk mengerjakan pendataan ekskul pilihan yang dilaksanakan pada tiap Jumat siang. Formulir untuk menentukan ekskul pilihan sudah disebarkan ke murid sejak Hari Rabu dan setiap murid bebas menentukan pilihan ekskulnya hingga 4 pilihan. Namun, keputusan akhir untuk menjadi peserta ekskul tetap diatur oleh tim kesiswaan sekolah untuk memberika...

Melakukan Penyegaran dalam Kegiatan Literasi untuk Memberi Ruang Nyaman Bagi Murid untuk Mempertanyakan Kehidupan

Hari ini saya mencoba berinovasi dalam kegiatan rutin literasi pagi. Sebenarnya bukan inovasi besar juga. Cuma saya mencoba untuk menerapkan sesuatu yang berbeda dalam upaya meningkatkan kualitas kegiatan literasi di sekolah dan secara umum. Biasanya kegiatan literasi di sekolah dimulai setelah berdo`a (dzikir pagi) dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, yaitu membaca buku sekitar beberapa lembar, kemudian menuliskan review yang dibaca hari ini pada jurnal harian. Tambahan yaitu adanya tanya jawab  kepada beberapa murid terpilih untuk mengecek dan mengetes apakah dia benar-benar memahami isi bacaan yang telah dibaca atau cuma sekadar membaca. Kegiatan ini berlangsung rutin tiap pagi di sekolah, kecuali saat upacara dan kegiatan pengembangan diri pagi keagamaan maupun kesenian. Saya mencoba untuk sedikit keluar dari pakem tersebut hari ini. Hal tersebut saya lakukan untuk membuat "penyegaran" terhadap kegiatan literasi di sekolah, terkhusus di kelas yang saya bina, yaitu anak wa...

Menilik Sistem Penanganan Korupsi di Indonesia dari Pengalaman Mengikuti Kegiatan Pemutaran Film dari KPK

Beberapa waktu yang lalu, saya diajak oleh teman untuk membantunya dalam kegiatan pemutaran film roadshow Anti Corruption Film Festival (ACFFEST) 2025 di Balikpapan. Pada kesempatan itu, saya terlibat dalam 2 kali penyelenggaraan, yaitu pemutaran yang dilaksanakan di Gedung Ekraf dan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Manggar. Kali ini saya coba fokuskan pada suasana dari kedua pemutaran film tersebut. Pertama, yaitu pemutaran film yang dilaksanakan di Gedung Ekraf Balikpapan dengan mengundang rekan-rekan komunitas film pelajar dan mahasiswa. Pemutaran film tersebut juga disertai penyuluhan mengenai anti korupsi yang dilakukan oleh penyuluh dari KPK. Film yang diputarkan bertemakan korupsi, penyelewangan dana, hingga beberapa dampaknya. Setelah selesai kegiatan pemutaran film, tiba saat untuk diskusi dalam membahas film maupun isu korupsi yang diangkat. Para penonton yang berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa tampak kritis dalam mengungkapkan pertanyaan mengenai isi film maupun i...

Ucapan Selamat dan Apresiasi tidak Hanya Milik Para Pemenang/Juara Kompetisi

Di lingkungan sekitar saya yang merupakan basis pendidikan, sering kali ucapan selamat atau apresiasi hanya diberikan kepada para pemenang sebuah kejuaraan/kompetisi. Biasanya ucapan tersebut muncul setelah selesai pengumuman kepada para pemenang. Terkhusus para pendidik (guru) yang berada di lingkup sekolah, maka biasanya ucapan selamat keluar untuk diberikan kepada murid yang memenangkan kejuaraan atau sesama rekan guru yang telah berhasil mencapai juara pada lomba dan sejenisnya. Hal tersebut memang wajar. Ya namanya pemenang, yang mana dalam usaha untuk mencapainya pastilah membutuhkan upaya yang sangat besar. Mulai dari berlatih dalam mempersiapkan diri, berkorban waktu, pikiran, tenaga, bahkan ada yang dengan modal/biaya pribadi. Saat yang dinanti akhirnya kesampaian, yaitu memperoleh kemenangan atau juara, maka wajar bahwa hal tersebut akhirnya mengundang apresiasi dari berbagai pihak. Apresiasi untuk para pemenang merupakan hal yang wajar di mana sebuah capaian tersebut memang ...

Beberapa Hal yang Membuat Mood Guru Menjadi Naik (Terkhusus Saya)

Beberapa hal yang membuat mood guru menjadi naik (terkhusus saya), misalnya sebagai berikut: 1. Suatu hari, anak wali saya bilang ke saya, "Pak, gimana saya sudah aktif lho, ini saya sudah sering ikut kegiatan ekskul literasi." Kata-kata tersebut seperti lanjutan dari kata-kata yang saya tuliskan di rapor hasil pembelajarannya. Artinya, pesan yang saya sampaikan di rapor ditanggapi langsung dan menjadi penyemangat dirinya untuk terus mengembangkan potensi diri sesuai yang pengamatan saya. Wah. 2. Pada tahun ajaran atau semester sebelumnya, saya mengajar di kelas mereka. Lalu di tahun ajaran ini, sesuai pengaturan kurikulum, saya tidak lagi membersamai mereka di kelas. Namun, ketika bertemu di jam istirahat atau momen-momen lain, mereka menyambut dengan kata-kata, "Pak, bapak kenapa kok gak ngajar kami lagi? Kami kangen pembelajaran yang seru bersama bapak." Wah seketika diri ini terharu. Meskipun kegiatan pembelajaran saya belum tentu membuat nilai mereka bagus, tap...

Tanggapan Guru Kreator Konten yang Dianggap Telah Mempraktekkan Deep Learning

     Lihat-lihat postingan guru kreator konten, atau kreator yang ngonten tentang dunia pendidikan dan keguruan, muncul materi baru mengenai pembelajaran mendalam atau deep learning. Tiba-tiba disebutlah guru tersebut sudah mempraktekkan pembelajaran mendalam di kesehariannya. Lah, tekniknya aja baru mau diluncurkan semenjak Pak Abdul Mu'ti menjabat menteri pendidikan, kok bisa sudah ada yang jago dan akhirnya jadi pemateri deep learning? Muncul pertanyaan iseng di benak saya. Misal nih yaa, si guru akhirnya dianggap jago nguasai deep learning, berarti kan sebelum-sebelumnya udah berlatih dan akhirnya nguasai. Padahal sebelumnya kan kita pake kurikulum merdeka, mundur lagi pake kurikulum 2013 dan di sana gak pernah ada tuh nyebut-nyebut istilah-istilah yang ada di deep learning. Paling ada sih kesamaan-kesamaannya kayak pembelajaran bermakna menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) yang sudah dikenal sejak lama. Tapi pada periode it...

Cerita Sukses sudah Mainstream, Saatnya Saya Cerita Kegagalan Kuliah S2 Bioteknologi

Karena sudah banyak yang menceritakan kisah kesuksesannya, entah di bidang akademik, bisnis, dan lain-lain, boleh gak kalau saya cerita kegagalan aja. Biar beda gitu. Hehe. Yap, saya mau cerita kegagalan kuliah S2 bioteknologi di Ubaya. Berawal dari informasi yang diberikan oleh temen seperjuangan di S1 biologi unair, yaitu Arif di bulan April 2024 beberapa waktu setelah lebaran. Ada beasiswa guru masa depan yang diberikan oleh Ubaya dengan syarat masa kerja saja. Setelah dapet narahubung dari pihak Ubaya dan S2 bioteknologi Ubaya, gas tanya-tanya tentang beasiswa, sistem kuliah jarak jauh (karena saya kerja di Balikpapan dan kampusnya di Surabaya) ternyata ada pencerahan. Ohh iya, sistem pendaftaran beasiswa guru masa depan Ubaya ini daftar sebagai mahasiswa reguler dulu. Bayar formulir dan ikuti petunjuk. Lalu sambil ajukan beasiswa lewat link google form dan lengkapi berkas-berkasnya. Setelah berkas masuk, dapat informasi untuk wawancara dengan dekan Fakultas Teknobiologi Ubaya dan ...