Presiden Prabowo diberi Penghargaan oleh Raja Jordania, Apakah Sesuatu yang Keren? Sebuah Telaah dan Diskusi
Presiden Prabowo diberi penghargaan oleh Raja Jordania menjadi headline beberapa media massa. Bagi masyarakat, berita ini mungkin bernilai "wow, keren." Presiden kita mendapat penghargaan dari negara lain. Bukti bahwa kinerja beliau bagus. Apalagi bagi pendukung fanatiknya, jelas menjadi bahan baku bagus untuk promosi citra diri sang Presiden. Namun, bagi yang membaca sejarah, Jordania merupakan negara yang menampung atau menerima beliau ketika krisis pasca tragedi 1998.
Iya, bagi para pendukung fanatiknya, pasti kepergian Prabowo ke Jordania pada waktu gonjang-ganjing huru-hara 1998 itu dianggap adalah "pengamanan" pada diri Prabowo ketika situasi di negeri ini tidak aman. Namun, bagi para masyarakat yang membaca sejarah, kepergian di saat adanya sidang kasus tersangka penculikan aktivis 1998 bisa jadi adalah upaya kabur dari pertanggungjawaban. Kedua sudut pandang tersebut saling bersinggungan, namun upaya untuk merestrukturisasi sejarah Indonesia saat ini terus berlanjut.
Disebutkan di berbagai media bahwa pemberian gelar kehormatan dari Raja Jordania kepada Prabowo adalah suatu hal yang keren. Namun, bagi beberapa pihak seperti penulis thread ini menganggap hal tersebut ya wajar saja, kan teman sendiri. Ibarat Jordania ini udah temenan lama sama Prabowo, mau ngasi sesuatu yaa tinggal kasi aja. nothing special karena kedua kubu sudah beraliansi sejak lama. Sama kayak Amerika ngasi sesuatu ke sekutuya. Biasa saja. Kecuali Korea Utara ngasi gelar ke Amerika.
Wah ini sesuatu dan pasti beneran jadi topik hangat di perbincangan dunia. Untuk itu, perlu untuk generasi sekarang memahami konteks dari peristiwa dan tidak mudah digiring oleh media. Coba telaah dan pahami makna-makna dari berita yang tersebar di media. Framing dari rezim sekarang memang arahnya begitu, seolah-olah sesuatu dibungkus jadi wow, padahal realitanya bisa jadi berbeda. Contoh nyata penganugerahan pahlawan pada Soeharti dengan memberikan narasi kebaikan yang terus-menerus untuk menutupi dan secara tidak langsung menutup banyak celah keburukan-keburukannya.
Secara halus sejarah negeri ini pun ditulis ulang oleh para pemenang yang saat ini mendapatkan tampuk kekuasaan. Jika generasi sekarang hanya ikutan saja, mungkin beberapa waktu mendatang sejarah Indonesia dijajah Belanda dan Jepang bisa diganti juga bisa kali yaa dan kita menjadi bangsa yang tidak kenal dengan dirinya sendiri. Jangan sampai begitu. Ayo kritis terhadap apapun yang terjadi di negeri ini.
Komentar
Posting Komentar