Langsung ke konten utama

Hari Kerja yang Hectic Namun Membuat Puas dan Senang Menjadi Guru

Menjelang akhir pekan ini, saya melakukan beberapa pekerjaan yang bertumpuk dengan deadline berdekatan. Dimulai dari sore hari pada Hari Kamis, yaitu saya mendapatkan pekerjaan untuk menyiapkan soal try out persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk murid kelas 12. Tidak tanggung-tanggung, saya harus menyiapkan 2 paket soal, yaitu mata pelajaran (mapel) biologi dan Bahasa Inggris. Pengumuman untuk menyiapkan soal ini juga waktunya mepet, yaitu pada Hari Selasa. Akhirnya pengerjaan soal saya kebut dari sore hingga malam, tembus ke dini hari yang artinya lembur.

Setelah menyelesaikan pekerjaan menginput soal tersebut ke google form, saya lanjutkan untuk mengerjakan pendataan ekskul pilihan yang dilaksanakan pada tiap Jumat siang. Formulir untuk menentukan ekskul pilihan sudah disebarkan ke murid sejak Hari Rabu dan setiap murid bebas menentukan pilihan ekskulnya hingga 4 pilihan. Namun, keputusan akhir untuk menjadi peserta ekskul tetap diatur oleh tim kesiswaan sekolah untuk memberikan keseimbangan pada tiap ekskul alias tidak ada ekskul yang terlalu padat peserta sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik.

Akhirnya pekerjaan memetakan pemilih ekskul dan meletakkannya pada ekskul pilihan saya kerjakan Jumat dini hari hingga saya semalaman begadang untuk bekerja. Sempat hanya istirahat sejenak untuk rebahan dan akhirnya saya selesai ketika waktu Subuh dan pulang kembali untuk istirahat dan berganti seragam hari Jumat. Ternyata agenda di Hari Jumat ini juga tak kalah padat, yaitu pada pkl. 09.00 saya harus menghadiri rapat Technical Meeting (TM) untuk kegiatan pameran sekolah Smakenza Fair yang rencananya diadakan awal Oktober nanti dan sekolah tempat saya bekerja, yaitu SMK Kesehatan Airlangga (Skakes) ini turut ambil bagian pula. Kegiatan TM pun berjalan walau saya agak mengantuk. Selesai kegiatan TM dan saya mendapatkan informasi yang harus dibagikan ke sekolah, maka saya segera bergegas menuju sekolah. Tidak lupa mampir warung makan prasmanan dulu untuk isi tenaga dalam menghadapi hari yang mantap.

Sekitar pkl. 11.45 WITA saya tiba di sekolah dan langsung menuju laptop saya untuk melanjutkan pendataan peserta ekskul pilihan yang masih harus dirapikan agar meminimalisir adanya kegaduhan ketika kegiatan berlangsung. Masih ada beberapa menit yang saya maksimalkan sebelum waktu shalat Jumat. Setelah Shalat Jumat, saya segera menuju laptop untuk finishing data, tidak lupa pengaturan tersebut sangat rumit karena saya harus memasukkan nama-nama murid ke dalam 9 pilihan ekskul yang tersedia, di mana beberapa murid telah bergabung di ekskul Bahasa Jepang dan tidak boleh berpindah ke ekskul lain (kecuali ekskulnya sedang tidak berlangsung karena guru tidak hadir). Beberapa murid juga sudah dipisahkan dari kegiatan karena harus fokus berlatih untuk lomba antar PMR se-Balikpapan. Hal tersebut menjadi suatu tantangan tersendiri bagi saya untuk menentukan dengan baik peserta ekskul yang tersedia, karena kapasitas ruang yang digunakan untuk ekskul sehingga saya harus meletakkan pilihan para murid yang disesuaikan dengan kapasitas ruangan maupun kemampuan pemateri dari tiap ekskul.

Sampai pkl. 14.30 WITA di mana kegiatan ekskul pilihan Jumat siang ini segera dimulai, saya masih sibuk menginput data disertai hadirnya pengurus yang meminta kepastian teknis acara. Saya pun memberikan arahan bagaimana acara ekskul ini berlangsung dan memberitahukan mengenai masing-masing ekskul yang akan menerima beberapa peserta baru yang jumlahnya lebih banyak dibanding pertemuan ekskul sebelumnya. Pada kegiatan ekskul pilihan Jumat ini, seluruh murid kelas X dan XI Skakes wajib untuk terlibat dalam ekskul, maka tidak ada lagi murid yang tidak berkegiatan ekskul dengan alasan tidak ada waktu atau tidak meminati salah satunya. Waktu pembelajaran Jumat siang yang sebelumnya diisi dengan pembelajaran kurikuler normal, pada semester 1 tahun ajaran 2025-2026 ini diganti dengan kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) atau kokurikuler dengan tujuan anak-anak diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri pada minat dan bakatnya dan agar tidak mengalami kejenuhan belajar yang mana waktu belajar sudah menunjukkan siang hari menuju akhir pekan.

Tiba saatnya kegiatan ekskul pilihan di Jumat siang ini berlangsung. Ternyata masih ada beberapa kendala, misalnya ada beberapa murid kelas X yang kebingungan karena mereka tidak sempat memilih ekskul yang disebabkan oleh database mereka tidak tercantum dalam link google form yang saya bagikan. Di hari pertama kegiatan ekskul pilihan ini tiba-tiba ekskul Bahasa Jepang tidak berlangsung dikarenakan guru/pelatihnya sedang sakit sehingga peserta ekskul tersebut yang tadinya terkunci harus berkegiatan di ekskulnya harus memilih kembali ekskul lain yang tersedia. Namun, beberapa masalah tersebut segera saya atasi dengan beberapa pertimbangan, misalnya murid yang belum memilih saya arahkan untuk segera memilih di antara ekskul yang tersedia dan segera bergabung untuk melaksanakan kegiatan. Tidak lupa saya bagikan daftar hadir kepada pengurus ekskul untuk mengecek pesertanya apakah sudah sesuai dengan data tim kesiswaan atau belum.

Setelah pengaturan ekskul pilihan tersebut sudah agak beres dan bisa ditinggal, ternyata saya mendapatkan tugas dinas luar untuk melakukan penarikan murid PKL di klinik Panacea dan Bornmed. Untungnya kegiatan penarikan murid PKL ini jadwalnya fleksibel dan bisa dilakukan kapanpun selama jam kerja kliniknya. Maka dari itu, sejak pagi dan beberapa hari sebelumnya, beberapa murid PKL sudah menghubungi saya untuk memastikan pada pukul berapa saya bisa hadir untuk menjemput mereka. Akhirnya sekitar pkl. 14.30 WITA saya bergegas menuju 2 klinik tersebut untuk menemui pembimbing instansi dari murid PKL. Sebenarnya saya agak grogi bertemu dengan guru pembimbing instansi tempat PKL karena selama ini saya memang tidak terlalu terlibat dalam urusan PKL di sekolah. Saya kebanyakan hanya berkutat pada kegiatan belajar mengajar sesuai mapel yang saya ampu, maupun kegiatan internal kesiswaan seperti ekskul dan lomba. Walaupun agak grogi, namun saya memberanikan diri untuk mengobrol dengan perwakilan klinik Panacea dan Bornmeds. Sekedar topik umum mengenai dunia kerja dan sekolah, maupun hal-hal yang umum di dunia pendidikan berusaha saya obrolkan untuk menjalin ramah-tamah dengan hangat. Hingga diakhiri dengan dokumentasi yang dibutuhkan untuk laporan ke pihak panitia PKL di sekolah. Akhirnya pekerjaan tersebut terlewati dengan baik dan sekitar pkl. 15.00 saya kembali ke sekolah karena mungkin masih ada pekerjaan di sekolah dan menindaklanjuti hasil kegiatan ekskul pilihan tersebut.

Sesampainya di sekolah, saya melihat daftar hadir ekskul pilihan tersebut sudah tersedia di meja kerja saya. Daftar tersebut telah diisi dengan baik oleh peserta dan dikumpulkan oleh pengurus di meja saya. Tidak lupa saya mengecek Whats App dan beberapa murid mengirimkan pesan seperti ingin berpindah ekskul atau menetap di ekskul yang telah dipilih. Beberapa murid juga masih merasa kebingungan terhadap format kegiatan ekskul yang dibentuk oleh tim kesiswaan ini, yaitu apakah pekan depannya dapat berpindah atau tetap, atau ada ketentuan khusus. Sebenarnya hal tersebut juga masih menjadi proses dalam tim kesiswaan sambil berjalan, kami menganalisis berdasarkan trial and error. Hasil dari percobaan tersebut dievaluasi untuk disempurnakan pada kegiatan selanjutnya. Saya pun berencana membuat formulir lagi untuk refleksi pada peserta ekskul maupun pengurus untuk mendapatkan umpan balik bagaimana suasana hati peserta maupun pengurus (pemateri) ekskul saat kegiatan berlangsung. Kritik dan saran tersebut akan menjadi bahan untuk kegiatan selanjutnya.

Di saat saya berpikir bahwa sore hari itu rentetan kegiatan hectic saya telah selesai, ternyata datang lagi 2 murid peserta lomba PMR yang dari kemarin sudah meminta waktu kepada saya untuk proyek wawancara. Nah, saya yang sudah lelah setelah seharian akhirnya baru sadar bahwa masih ada 1 lagi agenda kerja. Untungnya pekerjaan-pekerjaan yang beruntun tersebut tidak datang dalam waktu yang bersamaan sehingga masih bisa disesuaikan tenaga dan pikirannya. Akhirnya saya pun melaksanakan wawancara dengan murid tersebut. Di saat kegiatan wawancara dan perekaman video berlangsung, ternyata anak-anak masih merasa grogi berbicara di depan kamera dan harus berlatih beberapa kali sebelum rekaman utama berlangsung. Wawancara tersebut adalah mengenai bencana alam yang pernah terjadi di sekolah, bagaimana penanggulangannya, kaitannya dengan murid, guru, dan program sekolah. Setelah siap, akhirnya pengambilan rekaman video wawancara berlangsung dengan lancar selama kurang lebih 28 menit. Kedua murid peserta lomba tersebut takjub dengan keluwesan saya dalam menjawab tiap pertanyaan yang muncul dengan lancar dan tidak banyak yang terputus. Saya pun tertawa karena menyesuaikan saja dengan arahan pertanyaan yang katanya tidak boleh dijawab singkat atau pendek, ya sudah saya jawabkan dengan gamblang saja sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan saya. Pewawancara tersebut akhirnya merasa puas dan berterimakasih kepada saya atas kesediaannya dalam proyek wawancara tersebut.

Alhamdulillah, hari yang hectic di pekerjaan ini telah terlewati dan akhirnya setelah maghrib saya pulang untuk menonton tim sepak bola favorit saya bertanding yaitu Persebaya Surabaya. Walaupun ujung-ujungnya ketiduran juga saat pertandingan berlangsung karena saya sudah tidak kuat menahan kantuk. Saat sore hari tersebut saya teringat perkataan salah satu rekan kerja di ruangan yang menyatakan bahwa dia kagum dengan energi saya yang seperti tidak habis-habis ketika mengurusi kegiatan kesiswaan. Saya pun tersenyum mendengarnya dan memberikan tanggapan positif bahwa selama mengurus kegiatan kesiswaan ini, saya berpikir positif bahwa upaya-upaya yang saya lakukan demi kelancaran kegiatan, mengakomodir minat bakat, dan frekuensi pola pikir siswa. Ketika kegiatan berlangsung, saya berupaya untuk meminimalisir error atau kekacauan yang mungkin bisa terjadi. Dan saat ada komentar positif atau inisiatif dari murid yang menyatakan dirinya senang, saya seperti mendapatkan energi tambahan untuk terus berupaya memberikan yang terbaik untuk kegiatan pembelajaran maupun kegiatan kesiswaan.

Begitulah kisah hectic saya pada akhir bulan September 2025 ini. Sebenarnya ada beberapa yang kurang baik untuk dicontoh. Tapi mungkin jika ada yang bisa diteladani ya dipersilakan. Memang beginilah pekerjaan guru, jika semua dilakukan dengan niat memberikan upaya terbaik bagi pendidikan murid, maka energi seakan terus ada. Energi yang menguatkan jiwa menembus fisik untuk bekerja. Tentunya banyak guru dengan panggilan jiwa seperti saya di dunia ini. Atau jika belum ada, pastikan bahwa yang membaca tulisan ini siap untuk memulainya. Salam guru, salam pendidikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Perjuangan Cowok yang Menaruh Perasaan pada Teman Sesama Anggota Ekstrakurikuler

Kisah cinta di masa muda selalu menarik untuk dibahas. Berbagai macam karya baik berupa cerpen, novel, pentas drama, film, musik selalu menarik minat jika bertemakan kisah percintaan di masa muda, terutama masa sekolah. Para pembaca pasti masih terngiang-ngiang lagu soundtrack film Dilan, atau agak mundur sedikit ada kisah Ada Apa dengan Cinta? dan mundur lagi ada kisah Galih dan Ratna, Lupus, dan beberapa kisah lainnya. Semuanya mengandung kisah percintaan di masa muda terutama masa sekolah. Saat ini saya bekerja sebagai guru di SMK swasta dan di sini saya juga menemui banyak kisah percintaan para siswa. Biasanya kisah cinta itu tumbuh dalam lingkup ekstrakurikuler yang sama, organisasi (OSIS/MPK), maupun cinta dalam sekelas. Faktor-faktor yang saya sebut tadi merupakan pengaruh terbesar terjadinya kisah cinta yang saling menerima atau tidak bertepuk sebelah tangan, yaa walau sebagian cintanya juga ada yang tidak terbalas. Namun, faktor kebersamaan dalam suatu kegiatan ekstrakurikuler...

Jika Usahamu Gagal di Tahap Pertama, Coba terus Sampai Berhasil: Sebuah Perjuangan Cinta di Masa Sekolah

     Anak muda pada tahun 2000-an mayoritas sudah pernah menonton film Catatan Akhir Sekolah. Di film tersebut, terdapat adegan dari seorang cowok culun yang setiap harinya membawa bunga untuk menyatakan cinta pada cewek idamannya. Walaupun si cewek sering menghindar, namun perjuangan si cowok tetap berlanjut. Dicoba terus, sampai akhirnya di malam perpisahan sekolah, bunganya diterima si cewek, tanda bahwa perjuangan untuk mendapatkan pujaan hati berhasil. Film tersebut secara tidak langsung menjadi gambaran bahwa kisah percintaan di masa sekolah begitu menarik, karena ada usaha keras yang tidak selalu mulus. Hingga akhir ( ending ) bahagia yang memuaskan penonton. Namun, di dunia nyata apakah ada yang seperti itu? Jawabannya tentu saja ada yang iya, ada yang tidak karena tergantung orang dan kisahnya masing-masing. Namun, saya menemui kisah keberhasilan mirip dari apa yang terjadi di film Catatan Akhir Sekolah tersebut.      Kisah pertama ini dari sudut p...

Kedua Mantan yang Layu, Kini telah Tumbuh dan Berkembang

     Cinta di masa muda, terutama di masa sekolah memang memiliki banyak pesona untuk selalu dibicarakan. Tidak terkecuali di lingkungan tempat saya kerja, yaitu sekolah swasta di sebuah kota. Di sini saya sering kali terlibat entah langsung atau tidak langsung menjadi pengamat beberapa kisah cinta. Entah yang berujung lanjut setelah lulus atau kisah patah hati yang juga menjadi pelengkapnya.      Kali ini saya teringat ada momen unik setelah menggulir media sosial saya. Saya melihat salah satu siswi tempat saya bekerja mengunggah foto kebersamaannya dengan cowok yang berasal dari sekolah yang beda, namun masih satu komplek karena dalam lingkup yayasan yang sama. Siswi tersebut saat ini berada di tingkat dua atau kelas XI di program keahlian yang biasa mengurus pasien. Dia merupakan sosok yang aktif berorganisasi karena beberapa waktu yang lalu menjadi ketua panitia kegiatan peringatan HUT ke-79 RI tahun 2024 di sekolah. Di masa-masa itu, dia banyak menghab...