Langsung ke konten utama

Beberapa Hal yang Membuat Mood Guru Menjadi Naik (Terkhusus Saya)

Beberapa hal yang membuat mood guru menjadi naik (terkhusus saya), misalnya sebagai berikut:

1. Suatu hari, anak wali saya bilang ke saya, "Pak, gimana saya sudah aktif lho, ini saya sudah sering ikut kegiatan ekskul literasi." Kata-kata tersebut seperti lanjutan dari kata-kata yang saya tuliskan di rapor hasil pembelajarannya. Artinya, pesan yang saya sampaikan di rapor ditanggapi langsung dan menjadi penyemangat dirinya untuk terus mengembangkan potensi diri sesuai yang pengamatan saya. Wah.
2. Pada tahun ajaran atau semester sebelumnya, saya mengajar di kelas mereka. Lalu di tahun ajaran ini, sesuai pengaturan kurikulum, saya tidak lagi membersamai mereka di kelas. Namun, ketika bertemu di jam istirahat atau momen-momen lain, mereka menyambut dengan kata-kata, "Pak, bapak kenapa kok gak ngajar kami lagi? Kami kangen pembelajaran yang seru bersama bapak." Wah seketika diri ini terharu. Meskipun kegiatan pembelajaran saya belum tentu membuat nilai mereka bagus, tapi tidak apa. Setidaknya mereka ingat suasana pembelajaran yang dirasakan dan kemungkinan besar selanjutnya adalah mencintai belajar dan bisa melaksanakannya sendiri. Saya bisa membuat mereka merasakan senangnya belajar aja sudah menjadi kesenangan tersendiri. Tidak muluk-muluk dulu membuat nilai hasil belajarnya bagus semua. Nanti kalau sudah senang belajar, Insya` Allah perlahan mereka mulai tertanam pemahaman yang lebih mudah dan bisa menaikkan hasil belajarnya.
3. Ketika sudah capek-capek menyusun materi dan media pembelajaran layaknya perancang skenario/naskah film dan akhirnya "menyutradarainya" di kelas dan akhirnya berhasil membuat murid antusias menyimak materi sampai akhirnya secara reflek mengucap "terima kasih, pak." Wow, lega sekali. Terharu. Mereka masuk dalam suasana belajar yang terlibat aktif, relate dengan frekuensi mereka. Sangat puas juga ketika "skenario" tersebut dilaksanakan di berbagai jam mapel, tetap antusias pesertanya. Ah mantap.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kedua Mantan yang Layu, Kini telah Tumbuh dan Berkembang

     Cinta di masa muda, terutama di masa sekolah memang memiliki banyak pesona untuk selalu dibicarakan. Tidak terkecuali di lingkungan tempat saya kerja, yaitu sekolah swasta di sebuah kota. Di sini saya sering kali terlibat entah langsung atau tidak langsung menjadi pengamat beberapa kisah cinta. Entah yang berujung lanjut setelah lulus atau kisah patah hati yang juga menjadi pelengkapnya.      Kali ini saya teringat ada momen unik setelah menggulir media sosial saya. Saya melihat salah satu siswi tempat saya bekerja mengunggah foto kebersamaannya dengan cowok yang berasal dari sekolah yang beda, namun masih satu komplek karena dalam lingkup yayasan yang sama. Siswi tersebut saat ini berada di tingkat dua atau kelas XI di program keahlian yang biasa mengurus pasien. Dia merupakan sosok yang aktif berorganisasi karena beberapa waktu yang lalu menjadi ketua panitia kegiatan peringatan HUT ke-79 RI tahun 2024 di sekolah. Di masa-masa itu, dia banyak menghab...

Omongan Murid yang Terngiang-ngiang di Benak Saya Sampai Saat Ini

Kapan hari tiba-tiba terngiang-ngiang perkataan murid ke saya. Dia bilang, "Semangat ya pak buat ngajar dan apapun kerjaanya." Langsung saya terkejut dan bilang, "wah tumben ada murid yang ngucapin gini. Biasanya saya yang menyemangati murid gitu." Si murid itu bilang, "iya pak, gantian. Sesekali murid yang menyemangati gurunya." Wah terharoe saya mendengarnya.  Kata-kata itu datang dari Madina Rahma Dewi, anak wali saya generasi 3, yaitu angkatan 2024-2027. Nah, bersama dengan momen tersebut, saya ingat-ingat kembali beberapa pernyataan dari murid yg berkesan dan terngiang-ngiang di benak saya sampai sekarang. Kita mulai dari "Bapak nah, muridnya banyak" - Dilia Fransiska, Farmasi Skakes 2017-2020. Merujuk pada saat itu anak-anak sering manggil-manggil saya ketika lewat. Terus Dilia dan kawan-kawannya ini yaa nunggu giliran gitu, entah mau foto bareng atau pas mau ngajar. Hehe. kalau gak salah ya.. Jadi pernyataan Dilia tersebut seakan-akan meny...

Prediksi Tim Inti Catatan Akhir Sekolah Skakes 2027: Apakah Ada Potensi Bergabung Kembali dengan Skarla?

Video Catatan Akhir Sekolah (CAS) tahun 2026 persembahan dari murid angkatan XI baru saja rilis saat kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah asisten tenaga kesehatan beberapa waktu yang lalu. Dalam video, tampak ada panitia inti yang merupakan perwakilan dari berbagai kelas. Perwakilan tersebut berisi pimpinan dari kelas XII AKC 1, XII AKC 2, XII AKC 3/TLM, dan XII FKK yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan mampu menyampaikan informasi dari tim panitia ke teman-teman kelasnya, atau opsional memiliki ketenaran di antara teman-temannya. Alhamdulillah, video CAS-pun selesai, berkat kerja keras semua pihak, terkhusus panitia inti yang bertugas mengonsep video, menghubungi tim produksi, mengurus surat perizinan lokasi, sampai bolak-balik revisi hasil hingga layak tayang. Skill keorganisasian dan kepemimpinan mereka benar-benar bisa tereskpose pada babak ini. Berawal dari situ, saya iseng membayangkan kerangka tim untuk pembuatan video CAS Skakes di periode berikutnya atau pada an...