Langsung ke konten utama

Punya Pacar di Zaman SMS Bikin Salah Paham (Cerita Masa SMP)

Kapan hari ketemu teman SMP yang lagi dinas di Balikpapan. Dia ngajak nongkrong malam. Seperti biasa, obrolan kami berisi kisah-kisah seru pada masa sekolah dulu. Ada satu kisah yang kocak menurut saya. Jadi teman saya cerita kalau di jaman SMP dulu, dia belum dibolehkan pegang HP. Beda dengan zaman sekarang di mana udah banyak anak seusia SMP menggunakan HP untuk berkomunikasi maupun kebutuhan lainnya. Jadi teman saya tadi belum punya HP dan untuk berkomunikasi dengan teman-temannya, dia menggunakan nomor Bapaknya. Kebetulan jaman itu belum ada instant messaging berbasis internet secanggih sekarang. Jadi SMS dan telpon pulsa menjadi sarana utama untuk berkomunikasi.

Nah, kebetulan temanku ini punya pacar dan pacarnya sudah punya HP sendiri. Nah, si pacar ini katanya terlalu bucin ke teman saya itu. Sehingga hampir tiap hari mengirim SMS entah nanyain kabar, ngirim kata-kata romantis, dan lain-lain. Sialnya, pesan-pesan tersebut masuk ke HP bapak teman saya tadi dan dibaca oleh ibu teman saya tadi. Dan terjadilah pertengkaran rumah tangga yang disebabkan oleh kesalahpahaman isi pesan mesra yang masuk ke HP bapak teman saya tadi. Melihat kejadian tersebut, teman saya agak takut karena dia juga pastinya tidak ingin diketahui bahwa ia punya pacar, tapi di sisi lain keselamatan rumah tangga orang tuanya dipertaruhkan.

Akhirnya ia memberanikan diri untuk menjelaskan semuanya dan keluarganya kembali rukun seperti sedia kala walaupun dia harus dimarahi karena menyimpan kontak nomor cewek yang menjadi pacarnya dan nama yang ada di buku teleponnya agak aneh. Awalnya tujuannya biar tidak dicurigai dan dianggap teman biasa, tapi isi pesannya yang aneh-aneh malah dianggap selingkuhan oleh ibunya. wkwkw. Kocak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Perjuangan Cowok yang Menaruh Perasaan pada Teman Sesama Anggota Ekstrakurikuler

Kisah cinta di masa muda selalu menarik untuk dibahas. Berbagai macam karya baik berupa cerpen, novel, pentas drama, film, musik selalu menarik minat jika bertemakan kisah percintaan di masa muda, terutama masa sekolah. Para pembaca pasti masih terngiang-ngiang lagu soundtrack film Dilan, atau agak mundur sedikit ada kisah Ada Apa dengan Cinta? dan mundur lagi ada kisah Galih dan Ratna, Lupus, dan beberapa kisah lainnya. Semuanya mengandung kisah percintaan di masa muda terutama masa sekolah. Saat ini saya bekerja sebagai guru di SMK swasta dan di sini saya juga menemui banyak kisah percintaan para siswa. Biasanya kisah cinta itu tumbuh dalam lingkup ekstrakurikuler yang sama, organisasi (OSIS/MPK), maupun cinta dalam sekelas. Faktor-faktor yang saya sebut tadi merupakan pengaruh terbesar terjadinya kisah cinta yang saling menerima atau tidak bertepuk sebelah tangan, yaa walau sebagian cintanya juga ada yang tidak terbalas. Namun, faktor kebersamaan dalam suatu kegiatan ekstrakurikuler...

Jika Usahamu Gagal di Tahap Pertama, Coba terus Sampai Berhasil: Sebuah Perjuangan Cinta di Masa Sekolah

     Anak muda pada tahun 2000-an mayoritas sudah pernah menonton film Catatan Akhir Sekolah. Di film tersebut, terdapat adegan dari seorang cowok culun yang setiap harinya membawa bunga untuk menyatakan cinta pada cewek idamannya. Walaupun si cewek sering menghindar, namun perjuangan si cowok tetap berlanjut. Dicoba terus, sampai akhirnya di malam perpisahan sekolah, bunganya diterima si cewek, tanda bahwa perjuangan untuk mendapatkan pujaan hati berhasil. Film tersebut secara tidak langsung menjadi gambaran bahwa kisah percintaan di masa sekolah begitu menarik, karena ada usaha keras yang tidak selalu mulus. Hingga akhir ( ending ) bahagia yang memuaskan penonton. Namun, di dunia nyata apakah ada yang seperti itu? Jawabannya tentu saja ada yang iya, ada yang tidak karena tergantung orang dan kisahnya masing-masing. Namun, saya menemui kisah keberhasilan mirip dari apa yang terjadi di film Catatan Akhir Sekolah tersebut.      Kisah pertama ini dari sudut p...

Kedua Mantan yang Layu, Kini telah Tumbuh dan Berkembang

     Cinta di masa muda, terutama di masa sekolah memang memiliki banyak pesona untuk selalu dibicarakan. Tidak terkecuali di lingkungan tempat saya kerja, yaitu sekolah swasta di sebuah kota. Di sini saya sering kali terlibat entah langsung atau tidak langsung menjadi pengamat beberapa kisah cinta. Entah yang berujung lanjut setelah lulus atau kisah patah hati yang juga menjadi pelengkapnya.      Kali ini saya teringat ada momen unik setelah menggulir media sosial saya. Saya melihat salah satu siswi tempat saya bekerja mengunggah foto kebersamaannya dengan cowok yang berasal dari sekolah yang beda, namun masih satu komplek karena dalam lingkup yayasan yang sama. Siswi tersebut saat ini berada di tingkat dua atau kelas XI di program keahlian yang biasa mengurus pasien. Dia merupakan sosok yang aktif berorganisasi karena beberapa waktu yang lalu menjadi ketua panitia kegiatan peringatan HUT ke-79 RI tahun 2024 di sekolah. Di masa-masa itu, dia banyak menghab...