Langsung ke konten utama

Nongkrong di Cafe Lihat Pasangan yang Disibukkan dengan Kecoa

Saat pembagian kelompok di kelas lantai 4, saya acak aja biar terbagi rata. Kebetulan di kelasnya ada cowok tapi sedikit karena dominan berisi cewek. Lalu ada 1 kelompok yang gak kedapetan cowok. Tiba-tiba datang suatu entitas cowok menyebut nama belakang dari seorang cewek yang mana nama belakangnya cenderung dianggap cowok. Si cewek spontan mencubit gemas cowok tersebut. Lucu banget dech, jadi keinget saya dulu juga gitu. Bagian nonton. Hehe.

Agak malam dikit iseng nongkrong di cafe. Saya duduk di lokasi yang di dalam karena fokus ke colokan listrik. Di dalam ada semacam sepasang kekasih (mungkin ya) kayaknya lagi nugas yaa. Suatu momen si cewek tiba-tiba cemberut total. Oh ternyata gara-gara ada kecoa tiba-tiba merayap di lantai. Si cowok juga sepertinya alergi atau takut gitu. Jadi si cewek semacam sebel, "lho kan kamu cowok itu harusnya berani dong, ngelindungin aku." Mungkin seperti itu. Akhirnya si cowok pinjam sapu ke petugas.

Tapi pas sapunya sudah datang, ehh kecoanya udah sembunyi lagi. Mereka berdua akhirnya pindah meja, dengan maksud cari lokasi yang lebih aman kali ya. Ehh beberapa saat kemudian, si kecoa kembali nongol. Mungkin si cowok sudah tidak mempedulikan ketakutannya lagi, diambillah sapu yang diberikan petugas cafe tadi. Akhirnya di saat yang tepat, si kecoa berhasil disingkirkan dengan mudah karena kecoa mungkin lengah. Atau mungkin energi si kecoa habis, buktinya ia tidak mampu terbang, cuma merayap.

Si cowok pun kembali menghampiri ceweknya dengan wajah penuh kemenangan berhasil mengusir penjajah, ehh maksudnya kecoa ngesot tadi. Seolah-olah ia berhasil menjadi pahlawan dan berusaha kembali memenangkan hati cewek. Setelah datang ke meja cewek, ya bisa ditebak bahwa cewek cenderung sudah bad mood dengan sikap cowok di awal yang tidak segera gentle menangani ketakutan cewek terhadap kecoa. Akhirnya mereka berdua bergegas pulang. Seperti biasa, dalih si cewek mungkin "cowok ga peka amat siii."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kedua Mantan yang Layu, Kini telah Tumbuh dan Berkembang

     Cinta di masa muda, terutama di masa sekolah memang memiliki banyak pesona untuk selalu dibicarakan. Tidak terkecuali di lingkungan tempat saya kerja, yaitu sekolah swasta di sebuah kota. Di sini saya sering kali terlibat entah langsung atau tidak langsung menjadi pengamat beberapa kisah cinta. Entah yang berujung lanjut setelah lulus atau kisah patah hati yang juga menjadi pelengkapnya.      Kali ini saya teringat ada momen unik setelah menggulir media sosial saya. Saya melihat salah satu siswi tempat saya bekerja mengunggah foto kebersamaannya dengan cowok yang berasal dari sekolah yang beda, namun masih satu komplek karena dalam lingkup yayasan yang sama. Siswi tersebut saat ini berada di tingkat dua atau kelas XI di program keahlian yang biasa mengurus pasien. Dia merupakan sosok yang aktif berorganisasi karena beberapa waktu yang lalu menjadi ketua panitia kegiatan peringatan HUT ke-79 RI tahun 2024 di sekolah. Di masa-masa itu, dia banyak menghab...

Cerita Sukses sudah Mainstream, Saatnya Saya Cerita Kegagalan Kuliah S2 Bioteknologi

Karena sudah banyak yang menceritakan kisah kesuksesannya, entah di bidang akademik, bisnis, dan lain-lain, boleh gak kalau saya cerita kegagalan aja. Biar beda gitu. Hehe. Yap, saya mau cerita kegagalan kuliah S2 bioteknologi di Ubaya. Berawal dari informasi yang diberikan oleh temen seperjuangan di S1 biologi unair, yaitu Arif di bulan April 2024 beberapa waktu setelah lebaran. Ada beasiswa guru masa depan yang diberikan oleh Ubaya dengan syarat masa kerja saja. Setelah dapet narahubung dari pihak Ubaya dan S2 bioteknologi Ubaya, gas tanya-tanya tentang beasiswa, sistem kuliah jarak jauh (karena saya kerja di Balikpapan dan kampusnya di Surabaya) ternyata ada pencerahan. Ohh iya, sistem pendaftaran beasiswa guru masa depan Ubaya ini daftar sebagai mahasiswa reguler dulu. Bayar formulir dan ikuti petunjuk. Lalu sambil ajukan beasiswa lewat link google form dan lengkapi berkas-berkasnya. Setelah berkas masuk, dapat informasi untuk wawancara dengan dekan Fakultas Teknobiologi Ubaya dan ...

Omongan Murid yang Terngiang-ngiang di Benak Saya Sampai Saat Ini

Kapan hari tiba-tiba terngiang-ngiang perkataan murid ke saya. Dia bilang, "Semangat ya pak buat ngajar dan apapun kerjaanya." Langsung saya terkejut dan bilang, "wah tumben ada murid yang ngucapin gini. Biasanya saya yang menyemangati murid gitu." Si murid itu bilang, "iya pak, gantian. Sesekali murid yang menyemangati gurunya." Wah terharoe saya mendengarnya.  Kata-kata itu datang dari Madina Rahma Dewi, anak wali saya generasi 3, yaitu angkatan 2024-2027. Nah, bersama dengan momen tersebut, saya ingat-ingat kembali beberapa pernyataan dari murid yg berkesan dan terngiang-ngiang di benak saya sampai sekarang. Kita mulai dari "Bapak nah, muridnya banyak" - Dilia Fransiska, Farmasi Skakes 2017-2020. Merujuk pada saat itu anak-anak sering manggil-manggil saya ketika lewat. Terus Dilia dan kawan-kawannya ini yaa nunggu giliran gitu, entah mau foto bareng atau pas mau ngajar. Hehe. kalau gak salah ya.. Jadi pernyataan Dilia tersebut seakan-akan meny...