Kapan hari tiba-tiba terngiang-ngiang perkataan murid ke saya. Dia bilang, "Semangat ya pak buat ngajar dan apapun kerjaanya." Langsung saya terkejut dan bilang, "wah tumben ada murid yang ngucapin gini. Biasanya saya yang menyemangati murid gitu." Si murid itu bilang, "iya pak, gantian. Sesekali murid yang menyemangati gurunya." Wah terharoe saya mendengarnya. Kata-kata itu datang dari Madina Rahma Dewi, anak wali saya generasi 3, yaitu angkatan 2024-2027.
Nah, bersama dengan momen tersebut, saya ingat-ingat kembali beberapa pernyataan dari murid yg berkesan dan terngiang-ngiang di benak saya sampai sekarang. Kita mulai dari "Bapak nah, muridnya banyak" - Dilia Fransiska, Farmasi Skakes 2017-2020. Merujuk pada saat itu anak-anak sering manggil-manggil saya ketika lewat. Terus Dilia dan kawan-kawannya ini yaa nunggu giliran gitu, entah mau foto bareng atau pas mau ngajar. Hehe. kalau gak salah ya.. Jadi pernyataan Dilia tersebut seakan-akan menyatakan bahwa dirinya hanyalah satu dari sekian murid yang barangkali cuma lewat aja di benak saya. Padahal kan aslinya yaa saya perhatian ke semuanya. huhu.
Masih dengan topik yang mirip, kali ini saya terngiang-ngiang pernyataan gini, "Halah, bapak ini bilang kelas ini, muji kelas ini, padahal ke kelas lain juga bilang gitu kan?" - Fatika Amelia, Kesehatan 1 Skakes 2020-2023. Pernyataan tersebut merujuk pada saat saya memuji kelas kesehatan 1 yang waktu itu memang rapi dan rajin. Ngajar di kelasnya emang enak gitu. Walaupun yaa dia menangkap bahwa saya juga memuji hal yang sama di kelas lain. Tapi dari benak saya sungguh bermaksud memuji kelasnya waktu itu. Walaupun ada anak yang udah trust issue duluan kalau pujiannya gak spesial karena pujian yang sama bisa diberikan ke kelas lain. oohhhhh.. huhuhu.. yaa gimana yaa.. guru memuji itu kadang juga untuk menyemangati, kadang juga gak enak karena kesannya nanti menjadi pembanding. Tapi beneran waktu itu kelas kesehatan 1 itu rapi kok yaa.. klarifikasi 2026 nich. hehe.
Lanjut ke yang agak unik dikit. Kali ini pernyataan datang dari Sheilla Suwardi, Keperawatan Skakes 2021-2024. Dia bilang "Sebenarnya ganteng sih, kalau gak pencilakan/petakilan." Pernyataan tersebut kalau gak salah adalah balasan ke post story saya tentang penilaian kegantengan diri, wkwk. Lucu banget, jadi selama ini ada yang memperhatikan tingkat ketampanan saya yang tinggi, cuma terbungkus sikap yang kurang cool layaknya pria berwibawa gitu kali yaak. Gapapa dech, makasih ya Sheilla. 😃
Saat tulisan ini dibuat, yaitu pada bulan Mei atau bulan di mana biasa banyak wisuda atau pelepasan untuk kelas 12 yang lulus digelar. Teringat pernah ada kenangan foto wisuda yang saya unggah di akun instagram, yaitu foto bertigas bersama dengan Annisa Ananda dan Putri Ayu. Keduanya adalah siswi analis kesehatan Skakes 2016-2019. Beberapa waktu setelah foto tersebut diunggah, ternyata ada yang menyadari bahwa foto tersebut menghilang dari akun instagram saya. Annisa Ananda bilang, "Pak, kok foto bersama kita sudah tidak ada di instagram yaa? Bapak hapus kah?" Yaa kira-kira begitulah. Setelah Annisa Ananda memberitahu saya, segera saya cek ulang isi postingan di akun instagram saya dan memang ternyata fotonya menghilang. Saya pun mengecek kembali bagian arsip postingan, ternyata ada. Dan ternyata banyak foto bersama siswi yang diarsipkan karena saat itu saya sedang menjalin hubungan dengan seseorang dan sepertinya dia cemburu jika saya foto bareng dengan para siswi. Hehe.
Lanjut ke omongan murid terkini yang terngiang-ngiang di benak saya. Kali ini kejadiannya saat ujian praktik bahasa Inggris 2026 dengan peserta dari kelas XII Farmasi Klinis dan Komunitas (FKK). Siang itu, datanglah Vallasiski dan Chintya untuk melaksanakan ujian praktik wawancara (interview) dalam bahasa Inggris. Karena mereka termasuk peserta terakhir pada hari itu, maka saya luangkan waktu yang lebih banyak untuk berinteraksi dengan membicarakan banyak hal. Tiba-tiba mereka menyampaikan bahwa mereka terkesan dengan kehidupan masa muda saya di mana ada video saat saya menjadi vokalis band dan ngeband bareng teman SMA saya di SMAN 2 Surabaya. Awalnya mereka menganggap kehidupan anak SMA yang ngeband itu hanya ada di cerita-cerita Alternative Universe (AU), webtoon, dan sejenisnya. Namun, setelah saya beri penjelasan, "Ya berarti kisah kehidupan SMA saya dulu di tahun 2000-an sampai 2010-an ini sekarang jadi klasik gitu yaa.. sampai generasi sekarang aja taunya itu jadul banget. Padahal perasaan saya baru kemarin ngeband sama teman-teman. Huft." Tapi setidaknya saya pernah keren pada zamannya menjadi anak band.
Pada kegiatan ujian praktik bahasa Inggris tersebut, terdapat pula salah satu omongan dari peserta ujian yang membekas di benak saya, yaitu dari Lifa Dwi Jayanti (XII FKK 2025-2026). Awalnya, pertanyaan untuk ujian membahas masalah umum, sampai pada rencana persiapan murid setelah lulus dari sekolah. Tiba saatnya ketika Lifa menyatakan bahwa dia ingin masuk ke dunia psikologi, maka saya coba kulik beberapa hal mengenai hal tersebut. Dalam suatu pertanyaan, saya mencoba menanyakan mengenai perasaannya, "Kayaknya ini mau jadi psikologi karena ingin lebih memahami perasaan antara laki-laki dan perempuan yaa? Biar gak salah langkah lagi kayak hubungan yang sebelumnya gitu." Saya lempar pertanyaan tersebut kepada Lifa dan ia pun membalas, "Yaa semacam itu lah pak." Diskusi berlanjut mengenai bagaimana memahami laki-laki dan perempuan dari sudut pandang masing-masing. Pada suatu momen, tiba-tiba saya memberikan wejangan yaitu, "Lho, yang bagus itu kan kalau laki-laki maupun perempuannya mau menemani 0 sampai akhirnya berproses bareng menjadi sesuatu. Kan keren gitu, merasakan dari zaman susah sampai akhirnya sukses bareng-bareng." Dan ternyata jawaban tak terduga yang tidak pernah saya sangka muncul dari Lifa, "Gimana kalau ada perempuan yang sudah berada di titik atas, terus nemenin cowoknya dari 0, ehh bukannya cowoknya yang naik jadi atas, tapi ceweknya yang menurun hingga ikut 0 Pak?" Lantas saya terdiam mendengar jawaban tersebut karena agak aneh, tapi masuk akal juga. Kasian yaa si ceweknya. Yauda, semangat Lifa.
Membahas mengenai omongan murid yang terngiang-ngiang, tiba-tiba saya juga teringat omongan yang menarik dan lucu dari anak wali saya generasi 1, yaitu Fifi dari keperawatan 2 Skakes periode 2018-2021. Suatu ketika saat dekat dengan momen kelulusan angkatan 2021 ini, Fifi menghampiri saya untuk ngobrol seperti biasa. Nah, tiba-tiba dia menyampaikan, "Pak, pokoknya nanti kalau saya udah lulus, kita gak boleh musuh-musuhan yaa.. Kita tetap begini yaa pak." Lhah, mendengar omongan tersebut, saya jadi kepikiran, "Lha emang murid kalau udah lulus bisa berubah jadi musuh yaa.." Fifi pun menanggapi lagi, "Ya bukan gitu maksudnya pak, tapi saya pengen masih bisa sharing dan diskusi, atau bercanda kayak biasanya gitu, gak berubah, bapak gak jadi cuek pokoknya." Sambil tersenyum saya pun membalas, "Owalaa.. iyaa. aman aja itu." Mendengar pernyataan dari saya, Fifi menjadi lega, dan memang setelah dia lulus dari Skakes, dia masih sering kontak dengan saya untuk menanyakan tugas kuliahnya di D4 Keperawatan Poltekkes, kehidupan perkuliahan, sampai bahas hal-hal random. Suatu ketika juga dia datang ke ruangan saya waktu itu di laboratorium komputer untuk silaturahmi dan sampai saat ini juga masih menjalin kontak untuk update kehidupan.
Begitulah beberapa omongan murid yang terngiang-ngiang di benak saya sampai saat ini. Barangkali ini belum semuanya karena kalau keinget-inget lagi, nanti baru saya tulis. Mengingat banyaknya murid yang sudah saya ajar dari tahun 2017 sampai 2026 ini, harusnya banyak sekali yaa omongan-omongan murid yang saya tangkap, namun ya ada yang lupa karena merupakan pernyataan-pernyataan biasa pada umumnya, ada juga yang berkesan karena keunikannya, entah penyampaiannya, entah konteks dalam kalimat yang disampaikan, atau memang anaknya ini seru dan asyik banget. Hehe. Terima kasih anak-anak hebat yang menyumbangkan omongan uniknya, lumayan jadi bahan tulisan saya sehingga saya bisa lanjut punya karya. Sampai jumpa di tulisan-tulisan berikutnya. Selamat menikmati karya saya, salam literasi! Salam pendidikan!
Komentar
Posting Komentar