Langsung ke konten utama

Prediksi Tim Inti Catatan Akhir Sekolah Skakes 2027: Apakah Ada Potensi Bergabung Kembali dengan Skarla?

Video Catatan Akhir Sekolah (CAS) tahun 2026 persembahan dari murid angkatan XI baru saja rilis saat kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah asisten tenaga kesehatan beberapa waktu yang lalu. Dalam video, tampak ada panitia inti yang merupakan perwakilan dari berbagai kelas. Perwakilan tersebut berisi pimpinan dari kelas XII AKC 1, XII AKC 2, XII AKC 3/TLM, dan XII FKK yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan mampu menyampaikan informasi dari tim panitia ke teman-teman kelasnya, atau opsional memiliki ketenaran di antara teman-temannya. Alhamdulillah, video CAS-pun selesai, berkat kerja keras semua pihak, terkhusus panitia inti yang bertugas mengonsep video, menghubungi tim produksi, mengurus surat perizinan lokasi, sampai bolak-balik revisi hasil hingga layak tayang. Skill keorganisasian dan kepemimpinan mereka benar-benar bisa tereskpose pada babak ini. Berawal dari situ, saya iseng membayangkan kerangka tim untuk pembuatan video CAS Skakes di periode berikutnya atau pada angkatan 12 yang lulus tahun 2027. Bersama dengan tulisan ini, saya prediksi sosok-sosok dari tiap kelas yang berpotensi menjadi pentolan-pentolan panitia CAS Skakes 2027.

Kalau dari kebiasaan di tahun-tahun sebeklumnya, biasanya muncul nama dari Skakes yang menduduki jabatan tinggi di OSIS, entah sebagai ketua atau wakil. Pada tahun 2025, ada Salsabila N.G. yang sebelumnya menduduki posisi wakil ketua OSIS, tampak dominan menjadi tim inti produksi CAS 2025 dan M. Thaariq R. pernah menjadi ketua OSIS dan terlibat sebagai tim produksi CAS 2026. Sehingga pada 2027 nanti barangkali Yezia Naftali C. yang saat ini menjabat ketua OSIS punya potensi memimpin tim karena sudah ditempa di keorganisasian dan beberapa kali mengikuti workshop kepemimpinan. Jika melihat pada tahun 2026 ini, sosok yang menjadi pemimpin angkatan adalah Muh. Nur Rasya yang sebelumnya aktif di MPK walau tak menjabat ketua. Walau tidak menduduki jabatan tinggi di keorganisasian, tapi jiwa kepemimpinan Rasya telah tumbuh sejak memasuki SMK dengan aktif di keorganisasian dan kepanitiaan. Jika melanjutkan trend munculnya sosok laki-laki untuk pimpinan angkatan maupun tim CAS, maka Gilang Achmad Ramadhan punya potensi untuk hal tersebut. Saat ini, Gilang memilik jabatan tinggi di MPK dan meneruskan tongkat estafet kepeninpinan di ekskul Symphony. Gilang juga telah dua kali menjadi pengisi acara kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah sehingga mengetahui bagaimana jalannya acara maupun konsep CAS selama 2 tahun terakhir. Cuma tidak tahu nanti bagaimana kesepakatan angkatan 12 ketika memilih pemimpin dan tim inti.

Jika boleh melihat dari luar organisasi besar sekolah (OSIS dan MPK), maka nama yang muncul di benak saya adalah Nicholas Afif, yang saat ini menjadi pimpinan ekskul bulu tangkis sekolah. Jiwa kepemimpinan dan ketegasannya tampak nyata dalam kegiatan ekskul. Dia tampak tegas dalam mengurus ekskul, terlihat dari adanya evaluasi rutin kehadiran anggota, menginisiasi program kebersamaan seperti buka bersama, hingga pengadaan jersey, dan tidak malu pasang badan meminta maaf apabila kepengurusannya terdapat masalah. Beberapa kandidat tadi muncul berdasarkan prediksi saya, dan bisa jadi nama lain pun punya potensi. Dari sosok laki-laki terdapat pula Dimas Prayogi yang tergabung dalam MPK walau tidak mengisi jabatan tinggi. Tapi sosok Dimas ini begitu punya power kepemimpinan sebagai ketua kelas di XII AKC 1 sejak awal menjabat dari setelah masa MPLS. Dimas berhasil menjadi penyeimbang perantara informasi dari wali kelas dan mengkoordinir teman-teman kelasnya di AKC 1. Maka dari itu, potensi Dimas tidak bisa dikesampingkan.

Jika melihat dari tahun 2024 dan 2025, maka biasanya kelas dengan tingkat terbanyak yang memiliki anggota OSIS dan MPK memiliki suara yang dominan dalam menentukan arah dan konsep dalam eksekusi video Catatan Akhir Sekolah (CAS). Di tahun 2025, kelas AKC 1 memiliki anggota OSIS dan MPK serta aktifis sekolah yang banyak sehingga panitia dominan berada di sana, sedangkan pada tahun 2024, kelas keperawatan 2 bersama farmasi/TLM punya peran yang lebih banyak mengingat banyak anak kelas yang merupakan anggota OSIS dan MPK aktif yang memudahkan koordinasi karena tahun 2024 juga pembuatan video CAS masih bergabung dengan Skarla. Pada tahun 2026 ini jika saya lihat-lihat, pengaruh kelas dengan anggota organisasi sekolah terbanyak sepertinya tidak terlalu tampak. Jika saya lihat-lihat lagi anggota inti panitia CAS, tampak tersebar tidak hanya aktifis organisasi di masanya, namun punya pengaruh kepopuleran yang tinggi untuk bisa dipercaya oleh teman-temannya dalam merancang konsep maupun menyampaikan informasi dari panitia.

Bagaimana dengan tahun 2027 nanti? Jika saya telaah sampai saat ini, maka kelas dengan jumlah anggota OSIS dan MPK terbanyak ada di AKC 1 dan AKC 3/TLM. Kelas AKC 2 malah tidak menyisakan sama sekali andaikata Chalista Faith mengundurkan diri setelah salah satu MPK-nya mengundurkan diri sejak lama dan sempat memiliki anggota OSIS yang mengundurkan diri juga. Maka bisa jadi suara dominan untuk penentuan arah konsep produksi ada di kelas AKC 1 dan AKC3/TLM mengingat di sana banyak pentolan kelas yang memiliki kepopuleran dan aktif berkoordinasi dengan teman-teman di luar kelasnya. Beberapa anggota OSIS dan MPK-nya juga aktif menjadi pimpinan di ekskul, seperti Olin Mega (AKC 1) di literasi, Durriatus (AKC 3/TLM) di Skakes War, dan Anzelina di PIK-R Consulenza. Jangan lupakan nama seperti M. Rahil (AKC 3/TLM) yang menjadi anggota aktif OSIS namun lebih aktif lagi nge-dance dan memiliki kepopuleran serta berpengalaman menjadi koordinator perlengkapan panitia kemah Skakes dengan baik. Nama-nama tersebut berpotensi bergabung dalam tim panitia CAS 2027.

Walaupun AKC 2 dan FKK tidak memiliki banyak kader di keorganisasian level tinggi sekolah, namun jangan lupakan bahwa mereka memiliki beberapa nama dengan kreatifitas yang nantinya bakal sangat berguna dalam menentukan konsep dan produksi CAS. Di kelas AKC 2 ada Nailah Azizah dengan jiwa kreatifitasnya yang tinggi mengonsep kegiatan English Club (EC). Nailah juga yang memimpin ekskul EC meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dari Miftahul Ghina yang mendapatkan penghargaan karakter unggul kreatif. Sosok pemimpin di AKC 2 yang menurut saya muncul adalah dari Dabitha. Pada waktu itu saya iseng masuk kelas di saat jam istirahat. Pada saat jam istirahat hampir habis, Dabitha yang bukan merupakan pengurus kelas tiba-tiba memberi komando kepada anak-anak untuk segera menyelesaikan makan dan minum dan melakukan persiapan untuk menyambut jam pelajaran berikutnya. Barangkali sosok Dabitha dan Nailah ini cocok menjadi perwakilan AKC 2, mengingat langkanya pengurus keorganisasian tinggi di kelas. Chalista yang menjadi satu-satunya MPK yang tersisa pun juga memiliki potensi setelah kepemimpinannya diuji selama 2 tahun di sekolah. Chalista memiliki akses untuk berkoordinasi dengan rekan-rekannya di MPK. Jika memang kepepet, kemungkinan ketua kelas dan wakil ketua kelas akan menjadi anggota panitia untuk perpanjangan tangan informasi. Bagaimana dengan kelas FKK? Di sini sebenarnya sudah ada 2 kandidat yang saya sebutkan dan jelaskan, yaitu Nicholas dan Anzelina. Bagaimana dengan yang lain? Di kelas ini masih ada Kayla yang merupakan anggota aktif OSIS. Barangkali dia memiliki potensi juga untuk memimpin tim CAS, begitu pula dengan Syauqiyah yang akrab dipanggil dengan Caca yang dirasa memiliki kepopuleran.

Lalu bagaimana potensi CAS untuk bergabung atau berpisah kembali dengan Skarla? Jika melihat dari sejarah yang telah berlangsung akhir-akhir ini, maka video CAS gabungan terakhir terlaksana pada tahun 2024 dan mulai tahun 2025 hingga tahun ini, maka pembuatan video terpisah. Beberapa faktor yang mungkin memiliki peranan terhadap bergabung atau berpisahnya pembuatan video CAS menurut saya adalah kedekatan antar murid dari kedua sekolah (Skarla dan Skakes) pada angkatannya. Pada tahun 2024, dengan masih bergabungnya beberapa ekskul dan masih seringnya berkegiatan bersama, maka di waktu itu semuanya bersepakat untuk bergabung saja walaupun pemutaran videonya sendiri-sendiri karena memang pelaksanaan wisudanya terpisah. Pada periode 2025 dan 2026 seharusnya kondisinya masih sama karena kedekatan anak-anak pun saya rasa masih mirip-mirip dengan periode sebelumnya. Tapi ada satu momen yang membedakan dengan periode 2024 yaitu ketika awal kelas 12 dimulai (semester ganjil), angkatan 9 Skakes (lulus 2024) melaksanakan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dengan jumlah 2 kelas selama kurang lebih 6 bulan, menyisakan 2 kelas yang berada di sekolah. Jumlah tersebut berbeda dengan angkatan 10 (lulus 2025) dan 11 (lulus 2026) yang mana 3 kelasnya berangkat PKL selama kurang lebih 6 bulan.

Keberadaan jumlah murid kelas 12 Skakes yang ada pada semester 1 kelas 12 ini bisa jadi mempengaruhi jalannya negosiasi untuk adanya kerja bareng produksi CAS atau tidak, karena pada tahun 2025 yang lalu terjadi kebuntuan negosiasi yang menyebabkan angkatan tersebut memproduksi CAS sendiri-sendiri (terkhusus disebabkan oleh perbedaan pandangan yang mencolok saat berdiskusi). Pengecualian pada tahun 2023 yang lalu, terdapat panitia perwakilan dari Skakes yang hanya sedikit, namun punya peran yang sangat besar, yaitu ada pada diri Delvi Novita Paelongan (kesehatan 1). Saya melihat pada 2027 nanti, ada Fikri dari kelas DKV yang memiliki kedekatan dengan M. Rahil (AKC 3/TLM) yang bisa jadi menentukan arah bagaimana konsep kebersamaan CAS. Mereka bisa saling menawarkan konsep dengan enak, yang nantinya disebarkan ke perwakilan kelas untuk diterima atau tidak. Mengingat kompleksnya suara-suara dari berbagai macam murid yang ada, maka perlu orang dengan komunikasi yang baik agar tujuan bersama dapat terlaksana. Barangkali sejak tadi, pembahasan masih berkutat mengenai pembentukan tim dan konsep, belum nyerempet ke pendanaan yang nantinya lebih kompleks lagi. Melibatkan keinginan dari masing-masing angkatan (barangkali suara mayoritas akan menang mengungguli ide-ide minoritas).

Lalu bergeser ke dana iuran untuk pembuatan video menyesuaikan konsep yang diinginkan. Pembuatan video CAS ini sangatlah kompleks, mengingat memasuki era sekarang di mana kerja produksi kreatif memiliki standarnya sendiri, meninggalkan konsep kebersamaan di CAS era lama Skarlakes yang semangatnya adalah kebersamaan, di mana pada waktu itu, memang ada tim produksi terutama dari multimedia (DKV) Skarla yang senang mengerjakan proyek kebersamaan didukung dengan angkatan yang suportif. Kini, berbeda era, berbeda pula tantangan dan dinamikanya. Pesan dari sekolah biasanya masih sama, yaitu agar konsepnya tidak monoton, ada ceritanya. Sebisa mungkin isi dari CAS berisi kenang-kenangan di masa sekolah dengan porsi yang banyak. Terkhusus jika video CAS bergabung bersama lagi, maka jangan ada porsi yang tidak imbang antara kelas satu dengan kelas lainnya. Tetap semangat untuk tim kreatif tiap angkatan yang menerima masukkan dari kiri dan kanan serta bertarung dengan ruwetnya idealisme dan realita di lapangan. Barangkali angkatan lulus 2027 ini sudah mulai persiapan dari sekarang setelah membaca tulisan ini? Patut dinanti gebrakannya. Salam pendidikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Perjuangan Cowok yang Menaruh Perasaan pada Teman Sesama Anggota Ekstrakurikuler

Kisah cinta di masa muda selalu menarik untuk dibahas. Berbagai macam karya baik berupa cerpen, novel, pentas drama, film, musik selalu menarik minat jika bertemakan kisah percintaan di masa muda, terutama masa sekolah. Para pembaca pasti masih terngiang-ngiang lagu soundtrack film Dilan, atau agak mundur sedikit ada kisah Ada Apa dengan Cinta? dan mundur lagi ada kisah Galih dan Ratna, Lupus, dan beberapa kisah lainnya. Semuanya mengandung kisah percintaan di masa muda terutama masa sekolah. Saat ini saya bekerja sebagai guru di SMK swasta dan di sini saya juga menemui banyak kisah percintaan para siswa. Biasanya kisah cinta itu tumbuh dalam lingkup ekstrakurikuler yang sama, organisasi (OSIS/MPK), maupun cinta dalam sekelas. Faktor-faktor yang saya sebut tadi merupakan pengaruh terbesar terjadinya kisah cinta yang saling menerima atau tidak bertepuk sebelah tangan, yaa walau sebagian cintanya juga ada yang tidak terbalas. Namun, faktor kebersamaan dalam suatu kegiatan ekstrakurikuler...

Jika Usahamu Gagal di Tahap Pertama, Coba terus Sampai Berhasil: Sebuah Perjuangan Cinta di Masa Sekolah

     Anak muda pada tahun 2000-an mayoritas sudah pernah menonton film Catatan Akhir Sekolah. Di film tersebut, terdapat adegan dari seorang cowok culun yang setiap harinya membawa bunga untuk menyatakan cinta pada cewek idamannya. Walaupun si cewek sering menghindar, namun perjuangan si cowok tetap berlanjut. Dicoba terus, sampai akhirnya di malam perpisahan sekolah, bunganya diterima si cewek, tanda bahwa perjuangan untuk mendapatkan pujaan hati berhasil. Film tersebut secara tidak langsung menjadi gambaran bahwa kisah percintaan di masa sekolah begitu menarik, karena ada usaha keras yang tidak selalu mulus. Hingga akhir ( ending ) bahagia yang memuaskan penonton. Namun, di dunia nyata apakah ada yang seperti itu? Jawabannya tentu saja ada yang iya, ada yang tidak karena tergantung orang dan kisahnya masing-masing. Namun, saya menemui kisah keberhasilan mirip dari apa yang terjadi di film Catatan Akhir Sekolah tersebut.      Kisah pertama ini dari sudut p...

Kedua Mantan yang Layu, Kini telah Tumbuh dan Berkembang

     Cinta di masa muda, terutama di masa sekolah memang memiliki banyak pesona untuk selalu dibicarakan. Tidak terkecuali di lingkungan tempat saya kerja, yaitu sekolah swasta di sebuah kota. Di sini saya sering kali terlibat entah langsung atau tidak langsung menjadi pengamat beberapa kisah cinta. Entah yang berujung lanjut setelah lulus atau kisah patah hati yang juga menjadi pelengkapnya.      Kali ini saya teringat ada momen unik setelah menggulir media sosial saya. Saya melihat salah satu siswi tempat saya bekerja mengunggah foto kebersamaannya dengan cowok yang berasal dari sekolah yang beda, namun masih satu komplek karena dalam lingkup yayasan yang sama. Siswi tersebut saat ini berada di tingkat dua atau kelas XI di program keahlian yang biasa mengurus pasien. Dia merupakan sosok yang aktif berorganisasi karena beberapa waktu yang lalu menjadi ketua panitia kegiatan peringatan HUT ke-79 RI tahun 2024 di sekolah. Di masa-masa itu, dia banyak menghab...