Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Ucapan Selamat dan Apresiasi tidak Hanya Milik Para Pemenang/Juara Kompetisi

Di lingkungan sekitar saya yang merupakan basis pendidikan, sering kali ucapan selamat atau apresiasi hanya diberikan kepada para pemenang sebuah kejuaraan/kompetisi. Biasanya ucapan tersebut muncul setelah selesai pengumuman kepada para pemenang. Terkhusus para pendidik (guru) yang berada di lingkup sekolah, maka biasanya ucapan selamat keluar untuk diberikan kepada murid yang memenangkan kejuaraan atau sesama rekan guru yang telah berhasil mencapai juara pada lomba dan sejenisnya. Hal tersebut memang wajar. Ya namanya pemenang, yang mana dalam usaha untuk mencapainya pastilah membutuhkan upaya yang sangat besar. Mulai dari berlatih dalam mempersiapkan diri, berkorban waktu, pikiran, tenaga, bahkan ada yang dengan modal/biaya pribadi. Saat yang dinanti akhirnya kesampaian, yaitu memperoleh kemenangan atau juara, maka wajar bahwa hal tersebut akhirnya mengundang apresiasi dari berbagai pihak. Apresiasi untuk para pemenang merupakan hal yang wajar di mana sebuah capaian tersebut memang ...

Beberapa Hal yang Membuat Mood Guru Menjadi Naik (Terkhusus Saya)

Beberapa hal yang membuat mood guru menjadi naik (terkhusus saya), misalnya sebagai berikut: 1. Suatu hari, anak wali saya bilang ke saya, "Pak, gimana saya sudah aktif lho, ini saya sudah sering ikut kegiatan ekskul literasi." Kata-kata tersebut seperti lanjutan dari kata-kata yang saya tuliskan di rapor hasil pembelajarannya. Artinya, pesan yang saya sampaikan di rapor ditanggapi langsung dan menjadi penyemangat dirinya untuk terus mengembangkan potensi diri sesuai yang pengamatan saya. Wah. 2. Pada tahun ajaran atau semester sebelumnya, saya mengajar di kelas mereka. Lalu di tahun ajaran ini, sesuai pengaturan kurikulum, saya tidak lagi membersamai mereka di kelas. Namun, ketika bertemu di jam istirahat atau momen-momen lain, mereka menyambut dengan kata-kata, "Pak, bapak kenapa kok gak ngajar kami lagi? Kami kangen pembelajaran yang seru bersama bapak." Wah seketika diri ini terharu. Meskipun kegiatan pembelajaran saya belum tentu membuat nilai mereka bagus, tap...

Tanggapan Guru Kreator Konten yang Dianggap Telah Mempraktekkan Deep Learning

     Lihat-lihat postingan guru kreator konten, atau kreator yang ngonten tentang dunia pendidikan dan keguruan, muncul materi baru mengenai pembelajaran mendalam atau deep learning. Tiba-tiba disebutlah guru tersebut sudah mempraktekkan pembelajaran mendalam di kesehariannya. Lah, tekniknya aja baru mau diluncurkan semenjak Pak Abdul Mu'ti menjabat menteri pendidikan, kok bisa sudah ada yang jago dan akhirnya jadi pemateri deep learning? Muncul pertanyaan iseng di benak saya. Misal nih yaa, si guru akhirnya dianggap jago nguasai deep learning, berarti kan sebelum-sebelumnya udah berlatih dan akhirnya nguasai. Padahal sebelumnya kan kita pake kurikulum merdeka, mundur lagi pake kurikulum 2013 dan di sana gak pernah ada tuh nyebut-nyebut istilah-istilah yang ada di deep learning. Paling ada sih kesamaan-kesamaannya kayak pembelajaran bermakna menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) yang sudah dikenal sejak lama. Tapi pada periode it...

Cerita Sukses sudah Mainstream, Saatnya Saya Cerita Kegagalan Kuliah S2 Bioteknologi

Karena sudah banyak yang menceritakan kisah kesuksesannya, entah di bidang akademik, bisnis, dan lain-lain, boleh gak kalau saya cerita kegagalan aja. Biar beda gitu. Hehe. Yap, saya mau cerita kegagalan kuliah S2 bioteknologi di Ubaya. Berawal dari informasi yang diberikan oleh temen seperjuangan di S1 biologi unair, yaitu Arif di bulan April 2024 beberapa waktu setelah lebaran. Ada beasiswa guru masa depan yang diberikan oleh Ubaya dengan syarat masa kerja saja. Setelah dapet narahubung dari pihak Ubaya dan S2 bioteknologi Ubaya, gas tanya-tanya tentang beasiswa, sistem kuliah jarak jauh (karena saya kerja di Balikpapan dan kampusnya di Surabaya) ternyata ada pencerahan. Ohh iya, sistem pendaftaran beasiswa guru masa depan Ubaya ini daftar sebagai mahasiswa reguler dulu. Bayar formulir dan ikuti petunjuk. Lalu sambil ajukan beasiswa lewat link google form dan lengkapi berkas-berkasnya. Setelah berkas masuk, dapat informasi untuk wawancara dengan dekan Fakultas Teknobiologi Ubaya dan ...