Langsung ke konten utama

Cerita Sore Setelah Pulang dari Pentas Seni Rapat Kerja Yayasan

Pada hari itu, tiap divisi di Yayasan Airlangga berkumpul di Hall Chengho Universitas Mulia dalam rangka Rapat Kerja (Raker) tahunan. Salah satu agenda yang ada dalam raker tersebut adalah adanya pentas seni dari masing divisi. Divisi SMK Kesehatan Airlangga menampilkan drama musikal dengan tema anak sekolah. Tentunya barang bawaan seperti kostum yang digunakan saat banyak. Maka dari itu tiap guru yang mengikuti raker tersebut dapat dipastikan hadir dengan barang bawaan yang banyak, tidak terkecuali Bu Nurul. Saat pulang, Bu Nurul bergegas ke parkiran motor dengan menenteng barang bawaan yang banyak. Sambil meletakkan barang bawaan ke motornya, datanglah Pak Aldino mengajak ngobrol. Tidak lama setelah itu, Bu Nurul bergegas untuk pergi ke dalam ruangan meninggalkan Pak Aldino sendiri di parkiran dengan berpesan untuk menjaga barang bawaan yang ada di motornya.

Bu Nurul: "Pak Aldino, nitip barang dulu yaa.. jagain."

Pak Aldino: "Oke Bu."

Pak Aldino menjaga barang bawaannya selama beberapa menit, dan kemudian Bu Nurul kembali.

Bu Nurul: "Makasih yaa sudah dijagain."

Pak Aldino: "Oke sama-sama Bu."

Selanjutnya Bu Nurul segera bergegas untuk menyalakan motornya karena tampak buru-buru. Namun, Bu Nurul juga sedikit mengalami kesulitan untuk mengeluarkan motornya dari parkiran. Seperti layaknya perempuan ketika memarkir motor ketika sudah mencapai ujung, maka biasanya mereka susah untuk membawa motor tersebut mundur. Apabila masih ada ruang di depan motor, maka perempuan biasanya lebih memilih untuk maju dan memutar dibanding memundurkan motornya. Karena ruang depan motor Bu Nurul sudah mentok ke beton taman, maka Bu Nurul mencoba untuk terus memundurkan motornya walau nampak kesusahan dan berat. Sampai akhirnya motornya berhasil mundur dan ketika hendak menyalakan motornya Bu Nurul menegur Pak Aldino.

Bu Nurul: "Bagus yaa ini laki-laki. Daritadi cuma ngeliatin aja. Bantuin kek, apa kek."

Mendengar pernyataan tersebut Pak Aldino berdiri melihat kegiatan Bu Nurul dan menjawab dengan santai.

Pak Aldino: "Lhah wong saya aja biarin Bu Anisa nyeberang jalan sendiri waktu itu. Apalagi cuma mundurin motor Kan udah dewasa."

Memang begitulah Pak Aldino. Sangat gentleman karena membiarkan teman wanitanya untuk terus berkembang mengembangkan skill-nya, misalnya mengajari menyeberang jalan dan kali ini mengajari cara mengeluarkan motor dari parkiran.

Sekian


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kedua Mantan yang Layu, Kini telah Tumbuh dan Berkembang

     Cinta di masa muda, terutama di masa sekolah memang memiliki banyak pesona untuk selalu dibicarakan. Tidak terkecuali di lingkungan tempat saya kerja, yaitu sekolah swasta di sebuah kota. Di sini saya sering kali terlibat entah langsung atau tidak langsung menjadi pengamat beberapa kisah cinta. Entah yang berujung lanjut setelah lulus atau kisah patah hati yang juga menjadi pelengkapnya.      Kali ini saya teringat ada momen unik setelah menggulir media sosial saya. Saya melihat salah satu siswi tempat saya bekerja mengunggah foto kebersamaannya dengan cowok yang berasal dari sekolah yang beda, namun masih satu komplek karena dalam lingkup yayasan yang sama. Siswi tersebut saat ini berada di tingkat dua atau kelas XI di program keahlian yang biasa mengurus pasien. Dia merupakan sosok yang aktif berorganisasi karena beberapa waktu yang lalu menjadi ketua panitia kegiatan peringatan HUT ke-79 RI tahun 2024 di sekolah. Di masa-masa itu, dia banyak menghab...

Omongan Murid yang Terngiang-ngiang di Benak Saya Sampai Saat Ini

Kapan hari tiba-tiba terngiang-ngiang perkataan murid ke saya. Dia bilang, "Semangat ya pak buat ngajar dan apapun kerjaanya." Langsung saya terkejut dan bilang, "wah tumben ada murid yang ngucapin gini. Biasanya saya yang menyemangati murid gitu." Si murid itu bilang, "iya pak, gantian. Sesekali murid yang menyemangati gurunya." Wah terharoe saya mendengarnya.  Kata-kata itu datang dari Madina Rahma Dewi, anak wali saya generasi 3, yaitu angkatan 2024-2027. Nah, bersama dengan momen tersebut, saya ingat-ingat kembali beberapa pernyataan dari murid yg berkesan dan terngiang-ngiang di benak saya sampai sekarang. Kita mulai dari "Bapak nah, muridnya banyak" - Dilia Fransiska, Farmasi Skakes 2017-2020. Merujuk pada saat itu anak-anak sering manggil-manggil saya ketika lewat. Terus Dilia dan kawan-kawannya ini yaa nunggu giliran gitu, entah mau foto bareng atau pas mau ngajar. Hehe. kalau gak salah ya.. Jadi pernyataan Dilia tersebut seakan-akan meny...

Prediksi Tim Inti Catatan Akhir Sekolah Skakes 2027: Apakah Ada Potensi Bergabung Kembali dengan Skarla?

Video Catatan Akhir Sekolah (CAS) tahun 2026 persembahan dari murid angkatan XI baru saja rilis saat kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah asisten tenaga kesehatan beberapa waktu yang lalu. Dalam video, tampak ada panitia inti yang merupakan perwakilan dari berbagai kelas. Perwakilan tersebut berisi pimpinan dari kelas XII AKC 1, XII AKC 2, XII AKC 3/TLM, dan XII FKK yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan mampu menyampaikan informasi dari tim panitia ke teman-teman kelasnya, atau opsional memiliki ketenaran di antara teman-temannya. Alhamdulillah, video CAS-pun selesai, berkat kerja keras semua pihak, terkhusus panitia inti yang bertugas mengonsep video, menghubungi tim produksi, mengurus surat perizinan lokasi, sampai bolak-balik revisi hasil hingga layak tayang. Skill keorganisasian dan kepemimpinan mereka benar-benar bisa tereskpose pada babak ini. Berawal dari situ, saya iseng membayangkan kerangka tim untuk pembuatan video CAS Skakes di periode berikutnya atau pada an...