Pada post yang terbaru ini aku akan menceritakan pengalamanku dalam mengikuti acara kompas saba kampus yang menyambangi kampusku yaitu di Universitas Airlangga (Unair). Pada hari itu yaitu Sabtu, 14 Juni 2014 bertempat di gedung C Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unair acara kompas saba kampus sukses digelar. Acara ini berlangsung secara dua sesi, yaitu pada sesi pertama adalah pengenalan mengenai media dan peranannya dalam masyarakat sosial utamanya dalam tema yang hangat diperbincangkan waktu itu mengenai panggung politik di negeri ini. Acara tersebut berlangsung dari pembukaan acara sampai waktu istirahat siang. Tidak melulu membahas tema politik karena kompas saba kampus ini dalam penyampaian materinya juga memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi para peserta seminar untuk dapat mengutarakan pendapatnya mengenai fenomena-fenomena yang ada dan juga mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis yang dapat menambah semarak rangkaian acara. beberapa topik hangat yang diperbincangkan kala itu adalah mengenai peran media yang dapat memberikan suatu pencerahan kepada publik dengan menyampaikan berita-berita aktual mengenai apa-apa yang ada di pemerintahan Republik Indonesia saat ini dan dapat mendorong opini publik. pihak pemateri juga menjelaskan apa saja yang terjadi di dalam penyelenggaraan kehidupan sehari-hari dari media cetak. yang paling aku ingat adalah tentang komitmen kompas untuk terus berbenah dalam hal mengikuti arus perkembangan zaman dimana mereka bertransformasi dari industri media cetak (biasa disebut newspaper) menjadi news brand atau merk untuk mendapatkan berita. dalam hal ini kompas tergerak untuk terus terjun mendalami berbagai lini yang saat ini terus berkembang searah dengan kemajuan teknologi. hal ini bisa dilihat dari pengalaman bahwa sebuah produk akan tetap bertahan jika dia dapat terus beradaptasi dengan lingkungannya dan jika dia tidak bisa bertahan, maka dia akan musnah ditelan arus. melalui dasar tersebut, kompas melihat suatu hal yang dapat menimpanya juga. Di dalam era kemajuan zaman seperti sekarang ini, mereka mendapat pesaing baru berupa media digital yang mana dapat membunuh mereka dengan perlahan tapi pasti. dengan mengacu pada media cetak yang ada di negara lain yang kolaps dan bangkrut karena tidak bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman digital ini kompas dengan cermat memasuki segala lini yang ada dalam dunia digital. Kompas bertransformasi menjadi News Brand dengan menerbitkan hariannya dalam beberapa situs media digital seperti e-paper, website kompas.com lalu merambah dunia penyiaran dengan meluncurkan stasiun TV yaitu Kompas TV,dll. strategi yang dilakukan kompas tersebut terbukti dapat efektif dan efisien dalam hal eksistensi mereka sampai saat ini. Selanjutnya mengenai kondisi politik terkini, kompas dengan transparan menunjukkan jati dirinya bahwa mereka berada di pihak yang netral dalam pemberian informasinya kepada masyarakat. kompas memberikan informasi secara berimbang tentang hasil Pemilu dan juga menjelang Pilpres pada saat itu. Setelah sesi pertama sampai istirahat siang selesai, maka masing-masing peserta seminar memasukki kelas ekslusif tentang apa-apa saja bidang yang diminatinya. kebetulan pada saat itu aku memasukki kelas Information and Technology karena minatku cukup besar dalam bidang tersebut. Kelas yang aku ikuti memberikan banyak pengetahuan dan wawasan kepadaku. Akhirnya acara ditutup dengan pembagian doorprize dan sesi penutup berupa kesan-kesan peserta terhadap kegiatan kompas saba kampus ini disertai dengan pengenalan event lanjutan dari kompas kampus setelah acara saba kampus ini. Acara ini sungguh bermanfaat bagi pesertanya sehingga diharapkan dapat rutin digelar untuk memberi tambahan informasi terutama bagi mahasiswa yang dianggap sebagai agen perubahan.
Kisah cinta di masa muda selalu menarik untuk dibahas. Berbagai macam karya baik berupa cerpen, novel, pentas drama, film, musik selalu menarik minat jika bertemakan kisah percintaan di masa muda, terutama masa sekolah. Para pembaca pasti masih terngiang-ngiang lagu soundtrack film Dilan, atau agak mundur sedikit ada kisah Ada Apa dengan Cinta? dan mundur lagi ada kisah Galih dan Ratna, Lupus, dan beberapa kisah lainnya. Semuanya mengandung kisah percintaan di masa muda terutama masa sekolah. Saat ini saya bekerja sebagai guru di SMK swasta dan di sini saya juga menemui banyak kisah percintaan para siswa. Biasanya kisah cinta itu tumbuh dalam lingkup ekstrakurikuler yang sama, organisasi (OSIS/MPK), maupun cinta dalam sekelas. Faktor-faktor yang saya sebut tadi merupakan pengaruh terbesar terjadinya kisah cinta yang saling menerima atau tidak bertepuk sebelah tangan, yaa walau sebagian cintanya juga ada yang tidak terbalas. Namun, faktor kebersamaan dalam suatu kegiatan ekstrakurikuler...
Komentar
Posting Komentar