Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Hari Kerja yang Hectic Namun Membuat Puas dan Senang Menjadi Guru

Menjelang akhir pekan ini, saya melakukan beberapa pekerjaan yang bertumpuk dengan deadline berdekatan. Dimulai dari sore hari pada Hari Kamis, yaitu saya mendapatkan pekerjaan untuk menyiapkan soal try out persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk murid kelas 12. Tidak tanggung-tanggung, saya harus menyiapkan 2 paket soal, yaitu mata pelajaran (mapel) biologi dan Bahasa Inggris. Pengumuman untuk menyiapkan soal ini juga waktunya mepet, yaitu pada Hari Selasa. Akhirnya pengerjaan soal saya kebut dari sore hingga malam, tembus ke dini hari yang artinya lembur. Setelah menyelesaikan pekerjaan menginput soal tersebut ke google form, saya lanjutkan untuk mengerjakan pendataan ekskul pilihan yang dilaksanakan pada tiap Jumat siang. Formulir untuk menentukan ekskul pilihan sudah disebarkan ke murid sejak Hari Rabu dan setiap murid bebas menentukan pilihan ekskulnya hingga 4 pilihan. Namun, keputusan akhir untuk menjadi peserta ekskul tetap diatur oleh tim kesiswaan sekolah untuk memberika...

Melakukan Penyegaran dalam Kegiatan Literasi untuk Memberi Ruang Nyaman Bagi Murid untuk Mempertanyakan Kehidupan

Hari ini saya mencoba berinovasi dalam kegiatan rutin literasi pagi. Sebenarnya bukan inovasi besar juga. Cuma saya mencoba untuk menerapkan sesuatu yang berbeda dalam upaya meningkatkan kualitas kegiatan literasi di sekolah dan secara umum. Biasanya kegiatan literasi di sekolah dimulai setelah berdo`a (dzikir pagi) dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, yaitu membaca buku sekitar beberapa lembar, kemudian menuliskan review yang dibaca hari ini pada jurnal harian. Tambahan yaitu adanya tanya jawab  kepada beberapa murid terpilih untuk mengecek dan mengetes apakah dia benar-benar memahami isi bacaan yang telah dibaca atau cuma sekadar membaca. Kegiatan ini berlangsung rutin tiap pagi di sekolah, kecuali saat upacara dan kegiatan pengembangan diri pagi keagamaan maupun kesenian. Saya mencoba untuk sedikit keluar dari pakem tersebut hari ini. Hal tersebut saya lakukan untuk membuat "penyegaran" terhadap kegiatan literasi di sekolah, terkhusus di kelas yang saya bina, yaitu anak wa...

Menilik Sistem Penanganan Korupsi di Indonesia dari Pengalaman Mengikuti Kegiatan Pemutaran Film dari KPK

Beberapa waktu yang lalu, saya diajak oleh teman untuk membantunya dalam kegiatan pemutaran film roadshow Anti Corruption Film Festival (ACFFEST) 2025 di Balikpapan. Pada kesempatan itu, saya terlibat dalam 2 kali penyelenggaraan, yaitu pemutaran yang dilaksanakan di Gedung Ekraf dan di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Manggar. Kali ini saya coba fokuskan pada suasana dari kedua pemutaran film tersebut. Pertama, yaitu pemutaran film yang dilaksanakan di Gedung Ekraf Balikpapan dengan mengundang rekan-rekan komunitas film pelajar dan mahasiswa. Pemutaran film tersebut juga disertai penyuluhan mengenai anti korupsi yang dilakukan oleh penyuluh dari KPK. Film yang diputarkan bertemakan korupsi, penyelewangan dana, hingga beberapa dampaknya. Setelah selesai kegiatan pemutaran film, tiba saat untuk diskusi dalam membahas film maupun isu korupsi yang diangkat. Para penonton yang berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa tampak kritis dalam mengungkapkan pertanyaan mengenai isi film maupun i...